Pabrik Tekstil Arganta berdiri sunyi di utara kota. Bangunannya tua dan lapuk, seperti kerangka raksasa yang membusuk dalam gelap. Udara dipenuhi bau karat dan lembap.Tempat sempurna untuk menyembunyikan sesuatu atau seseorang.Di dalam area pabrik, penjagaan tampak longgar. Dua penjaga bersandar di dinding, botol kosong berserakan di kaki mereka. Mata mereka setengah tertutup, tubuh limbung oleh alkohol.Kesalahan fatal.Garuda Hitam mendekat tanpa suara. Gerakannya cepat dan presisi.Duk! Duk!Dua pukulan singkat mendarat di tengkuk. Kedua penjaga langsung roboh tanpa sempat bereaksi.Arka tidak berhenti, ia langsung menerobos masuk ke ruangan di dalam. Di sana, tiga pria duduk mengelilingi meja kecil, tertawa sambil minum. Wajah mereka memerah, kesadaran mereka tumpul.Di tengah ruangan berdiri sebuah sangkar besi, tertutup kain hitam tebal.Langkah Arka terhenti sesaat.Lalu—Swrrt!Kain itu ditarik kasar.Di dalamnya, Calista meringkuk di sudut. Tangannya terikat di belakang, mu
Mehr lesen