공유

Bab 49

작가: Skyy
last update 게시일: 2026-03-17 22:10:31

Di dalam ruangan itu, kontras yang menjijikkan terjadi.

Riko, sosok pria bertubuh besar dengan wajah merah karena alkohol, terbaring di ranjang besar. Dua wanita muda melingkar di sekitarnya dengan tawa rendah. Ditambah aroma alkohol dan napas yang berat.

Kasur berderit pelan.

Ia tenggelam dalam kesenangan, sama sekali tidak menyadari, kematian sudah berdiri di luar pintu.

Klik…

Terdengar suara yang sangat halus.

Pintu terbuka sedikit.

Tap… Tap…

Dua bayangan masuk tanpa suara dan peringatan.

Pi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 285

    Sekitar delapan ratus meter di timur laut kediaman utama Keluarga Montara terbentang hutan lebat yang nyaris tidak tersentuh manusia. Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi dengan kanopi berlapis yang saling menutupi cahaya bulan, membuat area itu terlihat gelap bahkan pada siang hari, apalagi sekarang, di saat langit berada pada titik paling pekat sebelum fajar.Kabut malam menggantung tipis di antara batang-batang pohon. Aroma tanah basah dan dedaunan membusuk memenuhi udara, bercampur dengan hawa dingin yang menusuk kulit.Di tengah kesunyian itu, enam sosok tersembunyi nyaris sempurna di berbagai titik pengintaian. Tubuh mereka menyatu dengan vegetasi seperti bagian alami dari hutan. Mereka adalah unit dari Kaivan.Pasukan elite dari Satuan Taring Garuda milik Zona Arkturus.Kaivan sendiri berbaring tenang di sebuah cekungan alami dangkal yang tersembunyi di balik akar pohon besar. Tubuhnya tertutup ghillie suit berwarna gelap, sementara hanya kedua matanya yang terlihat samar di ba

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 284

    Arka kemudian mulai menyebutkan serangkaian nomor kontak, titik koordinat, serta kode sandi sederhana untuk jalur masuk menuju Zona Frontier. Nada suaranya rendah dan stabil, memastikan tidak ada satu detail pun yang terlewat.“Setelah masuk wilayah operasi, tetap sembunyi,” lanjutnya tegas. “Jangan bergerak tanpa instruksiku. Prioritas utama kalian bukan menyerang, tapi membangun pijakan dan memastikan situasi tetap terkendali.”“Dimengerti!” Jawaban Nihil singkat dan bersih. Dari nada suaranya saja Arka tahu semua detail sudah tersimpan rapi di kepala pria itu.Setelah itu Arka kembali memanggil nama lain. “Ghani.”“Ya, bos.”“Awasi Kota Mahatara.” Nada suaranya kini berubah jauh lebih serius. “Terutama keselamatan kakekku, Mireya, Keira, dan yang lain. Jangan sampai ada celah sedikit pun!”Hening sepersekian detik sebelum Ghani menjawab mantap, “Tenang saja, bos. Selama kami masih berdiri, tidak akan ada yang menyentuh mereka.”Jawaban itu membuat Arka sedikit menghembuskan napas l

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 283

    Lima ribu orang, dan semuanya bukan sekadar preman bersenjata atau kelompok bayaran murahan. Mereka adalah personel yang dibentuk melalui seleksi ketat, pelatihan intensif, serta disiplin militer yang nyaris sempurna. Di balik kedok perusahaan keamanan sipil, sebuah kekuatan paramiliter besar sebenarnya sudah mulai terbentuk tanpa disadari banyak pihak.Inilah fondasi yang sejak lama dipersiapkan Arka untuk menghadapi konflik besar di masa depan. “Bagus,” ucapnya pelan.Akhirnya, beban di dadanya sedikit berkurang. Pasukan tidak dibangun untuk dipamerkan. Mereka dibentuk demi menghadapi hari ketika perang benar-benar datang.Arka menatap peta di meja sebelum kembali bicara dengan nada tegas. “Mulai lakukan persiapan. Tiga hari lagi, Nihil, kamu pimpin sendiri gelombang pertama.”Seketika suasana di ujung telepon ikut berubah serius.“Jumlah personel minimal tiga ratus orang. Pilih yang paling disiplin, paling kuat, dan paling berpengalaman dalam operasi hutan serta pegunungan.”“Siap!

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 282

    “Tidak perlu apa-apa!” suara Calista langsung mendekat ke speaker. “Yang penting Kak Arka cepat pulang!”Lalu tanpa rasa malu sedikit pun, gadis itu menambahkan, “Aku kangen banget. Bahkan rasanya pengin makan Kak Arka sekalian!”“Hahaha!”Tawanya langsung pecah sendiri di ujung telepon.Sementara di belakang sana terdengar suara Mireya yang langsung panik. “Calista! Apa-apaan yang kamu omongkan?!”Buk!Sepertinya ada suara pukulan kecil.“Aduh! Kak Mireya!” Calista protes sambil tertawa. “Aku cuma mewakili isi hati seseorang!”“Kamu diam!”Mendengar keributan kecil itu, Arka hanya bisa menggeleng sambil tertawa pelan. Entah kenapa, semua kelelahan dan aroma darah dari beberapa hari terakhir perlahan terasa memudar. Kota Mahatara, rumah baginya, orang-orang yang menunggunya kembali. Semua itu seperti menjadi jangkar yang membuatnya tetap bertahan sampai sekarang.Tak lama kemudian suasana di ujung telepon mendadak sedikit tenang.Lalu terdengar satu suara lain.“Halo.”Nada suara Keir

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 281

    Lima sosok di belakangnya mengangguk tanpa suara.SWOSHH!Seketika, tubuh mereka melesat masuk ke dalam kegelapan seperti bayangan hantu. Namun, mereka tidak menyadari di balik setiap titik buta yang terlihat kosong, mata-mata dingin sebenarnya sedang mengawasi mereka. Di dalam rumah besar itu sendiri, puluhan laras senjata sudah diarahkan ke jalur penyusupan mereka sejak beberapa menit lalu.Dan jauh di lantai atas kediaman utama, Lorenzo masih duduk tenang di ruang kerjanya. Cangkir teh hangat berada di samping tangan kirinya, sementara cahaya redup lampu meja memantulkan bayangan dingin di wajahnya. Tatapannya yang tenang mengarah keluar jendela gelap.Ia menunggu seperti pemburu tua yang sudah menyiapkan perangkap, lalu membiarkan mangsanya berjalan masuk dengan kaki mereka sendiri.Senyum tipis perlahan muncul di sudut bibir Lorenzo. “Ikan kecil akhirnya mulai menggigit umpan…”***Sementara arus konflik mulai bergerak liar di sekitar kediaman Keluarga Montara, suasana di perkema

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 280

    Sorot mata Yudhist dipenuhi cahaya menyeramkan. Ambisi, ketakutan, sekaligus kegilaan bercampur menjadi satu. Dia tahu, jika berhasil malam ini, posisinya di Keluarga Nirvana akan melonjak drastis. Namun jika gagal, tubuhnya mungkin bahkan tidak akan ditemukan utuh.Wiranata terdiam beberapa detik. Amarah yang sebelumnya membara di wajahnya perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih gelap, tenang, dan berbahaya. Dia memang membutuhkan kemenangan.Bukan sekadar balas dendam atas penghinaan semalam, tetapi juga untuk mengembalikan nama Keluarga Nirvana di mata dunia bawah. Kalau tidak, semua orang akan mulai menganggap mereka melemah. Dan itu tidak boleh terjadi.“Apa yang kau butuhkan?” tanyanya akhirnya, nada suaranya terdengar rendah dan berat.Yudhist langsung menjawab tanpa ragu. “Lima pembunuh terbaik keluarga.”Ia melangkah maju satu langkah. “Aku tidak butuh banyak orang. Terlalu banyak pergerakan justru akan menarik perhatian. Yang kubutuhkan adalah orang-orang yang benar-bena

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 59

    Di bawah komando Bayangan Azura, seluruh tim bergerak cepat dan terkoordinasi, mengangkat puing beton serta rangka baja dari titik sumber suara tanpa jeda. Debu beterbangan di udara, napas tersengal, dan setiap detik terasa memanjang seolah waktu sendiri menahan me

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 57

    Sementara itu.Di jalan menuju Zona Industri Arganta, deru mesin memecah malam. Beberapa Jeep melaju liar, seperti kawanan binatang yang dilepas dari kandang. Kecepatan dipacu hingga batas.Di kendaraan paling depan, Mireya menggigit bibirnya keras. Matanya merah, menatap tajam jalan berkelok di de

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 55

    Taring Baja menyisir ruang bawah tanah itu tanpa jeda. Telapak tangannya mengetuk setiap bidang dinding, berpindah dari satu sudut ke sudut lain, memastikan tak ada celah yang terlewat.Tok… tok…Yang terdengar hanya gema padat yang dingin, mati, tanpa rongga. Tak ada pintu tersembunyi. Tak ada lor

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 54

    Mereka seperti masuk ke dunia lain. Di atas, suara ledakan masih menggila. Tanah bergetar, dinding lorong berderak. Debu dan pecahan batu terus berjatuhan.Seolah seluruh dunia akan runtuh menimpa mereka.“Cepat! Turun lagi!” suara Garuda Hitam menggema di lorong sempit, dengan tegang ia menopang A

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status