“Siapa?” tanya Corentine. Lace menghela napas sebentar. “Hector Lambert. Malam itu dia memaksa salah satu penjaga agar mau digantikan olehnya. Alasannya dia gelisah dan ingin menghirup udara segar.” “Di mana dia sekarang?” tanya Tyron dengan nada geram. Rahangnya tampak menegang keras. Tampaknya ia benar-benar murka karena anak buahnya sendiri yang berkhianat. “Saya menunggu perintah untuk menangkapnya,” ujar Lace. “Karena… eh, jika kejahatan melibatkan pengawal, begitulah peraturannya, Sir?” “Baiklah. Segera tangkap orang itu,” perintah Tyron. Ia sendiri langsung bergerak maju. Namun sebelum ia sempat pergi lebih jauh, ia menoleh kepada Corentine. “Yang Mulia, kalau Anda ingin menunggu—” “Tidak,” potong Corentine datar. “Kita ke sana bersama-sama.” Alize langsung mengangkat kepala. “Duke, tentu kau tidak akan meninggalkan aku di sini, bukan?” Tatapan Corentine langsung berpindah kepadanya. Beberapa detik pria itu tampak berpikir. Lalu akhirnya ia menghela napa
Read more