Rhea yang terbaring di ranjang langsung menjadi malu, tubuhnya meringkuk seperti anak kucing yang ketakutan. Alfan tidak bisa menahan tawa, ternyata "menaklukkan" wanita bisa semudah ini.Sambil membuka kancing baju Rhea, dia berkata sambil tersenyum, "Sudah kubilang, di hatiku cuma ada kamu, tapi kamu nggak percaya. Lihat ini, apa masih belum cukup untuk membuktikan?"Rhea malah duduk dengan wajah tersipu sambil berkata, "Nggak bisa tunggu malam saja? Ini jam kerja, gimana kalau ada yang datang?""Kamu direktur rumah sakit. Kalau kamu nggak buka pintu, siapa yang berani masuk? Setelah nggak ketemu seharian kemarin, aku benar-benar kangen. Cepat berbaring, siap-siap."Rhea memukul lengannya ringan dan berkata dengan manja, "Menyebalkan sekali.""Kalau pria nggak nakal, wanita nggak bakal suka." Alfan langsung memeluk Rhea, hendak melanjutkan.Rhea menunjuk ke arah pintu ruang istirahat dan berkata, "Kunci dulu pintu kantor, lalu tutup pintu ruang istirahat juga. Biar lebih aman, jangan
더 보기