로그인Di balik penderitaan dan remukan tulang yang meremukkan tubuhnya, di dalam keheningan benak Fang Zhe... sebuah proses yang mengerikan justru sedang berlangsung.Pangeran Kedua yang dibutakan oleh sifat sombongnya sama sekali tidak menyadari satu hal vital: obat yang ditelan Fang Zhe bukanlah pill biasa. Pill Terobosan, semua pill membutuhkan waktu untuk bekerja maksimal, tapi berbeda dengan pill Jiwa Surgawi. Pill ini membutuhkan guncangan energi yang sangat masif untuk menghancurkan cangkang nutrisi intinya agar khasiat murni di dalamnya dapat menyatu sempurna dengan Dantian dan Jiwa.'Meski harus menahan sakit, dan sedikit memalukan... Setidaknya, tidak sia sia menghabiskan seluruh point yang kumiliki!'Pasalnya setiap tinju, setiap pukulan mentah, dan setiap gelombang Qi bertekanan tinggi dari Pangeran Kedua yang niatnya untuk menghancurkan organ dalam Fang Zhe, justru bertindak sebagai pemukul tempa! Setiap hantaman dahsyat itu memaksa sari-sari Pill Jiwa Surgawi meresap ke dalam
Diwaktu yang sama.... Diiiiing! > [Sistem Konfirmasi] > Pengurangan 80.000 Poin Sistem berhasil. > Mengekstrak Item Khusus: Pill Terobosan Jiwa Surgawi. >Proses penyelarasan ranah siap dieksekusi setelah penyerapan. WUUUSH! Sebuah kilatan cahaya keemasan redup muncul di telapak tangan Fang Zhe yang bersimbah darah. Dari dalam genggamannya, melayang sebutir obat berbentuk bulat sempurna berwarna ungu kehitaman dengan ukiran garis-garis emas yang memancarkan aroma obat spiritual yang sangat pekat. Pangeran Kedua yang sedang tertawa terbahak-bahak seketika menghentikan tawanya. Ia menatap sebutir obat di tangan Fang Zhe dengan pandangan penuh keheranan dan keraguan. "Pill pemulih luka?" gumam Pangeran Kedua, sebelum sudut bibirnya kembali terangkat membentuk senyuman meremehkan yang amat tajam. "Hahaha! Kau berpikir sebutir obat pemulih luka dalam dan Qi bisa menyelamatkanmu dari kehancuran organ dalam akibat tinjuku?!" Pangeran Kedua bersedekap dada di udara, membiarkan energi
Suara dingin Fang Zhe bergaung tajam di bawah langit malam yang tersingkap, memotong keheningan di antara puing-puing istana yang terbelah.Pangeran Kedua, yang semula terduduk lemas dengan tubuh gemetar hebat, perlahan-lahan menundukkan kepalanya. Namun, alih-alih merengek minta ampun atau pingsan karena ketakutan, bahunya mendadak berguncang pelan."Kekekek... Hahaha... Hahahahaha!"Sebuah tawa pelan yang berangsur-angsur berubah menjadi tawa lepas dan mengerikan keluar dari tenggorokannya. Pangeran Kedua mengusap wajahnya, lalu perlahan bangkit berdiri. Rasa terkejut dan panik yang tadi menguasai dirinya lenyap tanpa sisa, digantikan oleh raut wajah yang sangat tenang, bahkan terlihat amat meremehkan.Ia menegakkan tubuhnya, menepis debu marmer yang menempel di jubah kebesarannya yang kini compang-camping."Pantas saja... Pantas saja kau begitu percaya diri hingga berani mengacak-acak istanaku seorang diri, Fang Zhe," ucap Pangeran Kedua dengan nada santai, seolah jurang mematikan
Beberapa detik kemudian.Groooaarh!Dengan hempasan angin bertensi tinggi, Harimau Pencabik Raga melompat menerjang. Cakar-cakar energinya yang tajam siap melumat apa pun di hadapannya, meluncur deras menembus atmosfer aula yang terkoyak.Namun, alih-alih menghindar atau menahan serangan dahsyat itu secara langsung, Fang Zhe menyilangkan dua jarinya di depan dada."Teknik Tubuh Bayangan!"Wuuuush! Wuuuush! Wuuuuush!Tiga percikan asap keabuan meledak serentak dari tubuhnya. Tiba-tiba saja, tiga klon bayangan memadat sempurna, melesat dari tiga sudut berbeda untuk menyambut terjangan sang harimau raksasa. Masing-masing klon memancarkan fluktuasi Qi yang identik, membuat monster manifestasi itu mengalihkan fokusnya total!Craaash! Booooom!Rahang dan cakar Harimau Pencabik Raga langsung menerkam ketiga klon tersebut. Ledakan energi terjadi saat ketiga bayangan hancur melebur, menyerap benturan penuh dari jurus gabungan itu dan memicu badai angin serta hawa dingin yang membutakan seluruh
"Di sini, Tua Bangkai!"Suara berat dan dingin itu berbisik tepat di samping telinga kanan sang Jenderal berzirah perak... Pria yang baru saja memimpin gempuran awal. Sebelum sang Jenderal sempat memutar kepalanya, sebuah tekanan dahsyat yang teramat dingin namun membakar langsung mengunci seluruh pergerakan tubuhnya.BZZZZT!"Si-sial ini terlalu cepat aku tak sempat menyadari..."Gumpalan petir biru keperakan bertransformasi menjadi cakar energi raksasa yang membungkus tangan kanan Fang Zhe. Tanpa memberinya jeda setengah detik pun untuk mengalirkan energi perisai Qi, Fang Zhe melayangkan satu pukulan lurus yang meluncur deras bak meriam petir tepat ke dada sang Jenderal!BOOOM!Suara dentuman keras bergema, menggelegar menghantam dinding-dinding aula kerajaan."Ugh—AARGH!"Zirah perak berkilau milik sang Jenderal hancur berkeping-keping di area dada, meledak menjadi serpihan logam tajam yang menancap ke dagingnya sendiri. Gelombang kejut petir melumat rusuknya hingga patah, memuntah
"Bunuh dia! Tuan Hong, para Jenderal, tunggu apa lagi?! Cepat cincang bajingan sombong itu sekarang juga! Jangan biarkan dia bernapas satu detik pun!" teriak Pangeran Kedua, suaranya melengking tinggi penuh dengan histeria yang tak lagi bisa ditahan. Kemarahan dan ketakutan yang bercampur aduk membuat wajahnya yang dirias megah tampak mengerikan.Mendengar perintah itu, Tuan Hong tidak langsung melompat maju. Pria paruh baya itu justru terkekeh rendah, sebuah suara berat yang sarat akan rasa haus darah dan kepercayaan diri yang meluap-luap. Ia mengangkat pedang besarnya yang membara ke bahu, menatap Fang Zhe dengan mata menyipit penuh keunggulan."Tenanglah, Yang Mulia Pangeran Kedua. Tikus ini sudah terkunci di sarang kita, dia tidak akan bisa lari ke mana-mana," ucap Tuan Hong, nadanya sangat tenang namun bergaung penuh ancaman di dalam aula.Tuan Hong kemudian melangkah maju satu tindak, membiarkan aura spiritual merah darahnya menekan lantai marmer hingga retak di bawah kakinya. T
Juliant Gerva segera membungkuk tegak, rasa cemasnya tadi malam menguap berganti dengan semangat kerja yang membara. "Siap, Tuan Muda! Seluruh armada logistik keluarga Gerva akan bergerak sekarang juga. Dalam 45 menit, semua stok herbal kelas S kami akan mendarat di depan pintu lab Anda!" Juliant
Fang Zhe memperhatikan perubahan raut wajah Bibi Mei yang masih sedikit pucat. Ia mengulurkan tangannya, menggenggam jemari bibinya yang dingin untuk menyalurkan kehangatan Qi, mencoba menenangkan kegelisahan wanita itu. Bibi Mei menarik napas dalam, mencoba menekan rasa takutnya. Meski pemandanga
Fang Zhe memutar cincin zamrud di jarinya. Dengan kemahirannya dalam mengendalikan energi Qi sekarang, ia mengalirkan Qi murni ke dalam permata tersebut. Hingga ... Kraaack! Boooom! Cincin itu hancur. Dan diartikan dendam Fang Zhe dan keluarga Zhao akan segera berakhir hari ini. "Siska, perinta
Tubuh Linda gemetar hebat, keringat dingin membasahi blazer mahalnya. Kata-kata Liana seperti petir yang menyambar kesadarannya berulang kali. Ia menatap kartu hitam di tangan Fang Zhe, lalu menatap Liana, dan terakhir menatap Fang Zhe. Logikanya yang selama ini dibangun di atas kasta sosial runtu







