Malam merayap perlahan di koridor rumah sakit yang steril, membawa serta kesunyian yang hanya dipecah oleh dengung mesin lift yang sesekali terbuka.Indra duduk di kursi tunggu besi yang dingin, tak jauh dari pintu lift. Ia sama sekali tidak berusaha menutupi gurat kekesalan di wajahnya saat menatap wanita yang kini berdiri dengan angkuh sekaligus menggoda di hadapannya."Sedang apa kamu di sini?" tanya Indra tanpa basa-basi, suaranya tajam dan menusuk.Ranaya justru tersenyum riang, seolah tidak menyadari aura permusuhan yang dipancarkan Indra."Aku mengunjungi ibumu," ucapnya ringan, seakan ia adalah menantu yang berbakti.Indra merasakan keresahan mulai menggerogoti dadanya. Ia bertanya-tanya dalam hati, kebohongan apa lagi yang sudah wanita ini bisikkan pada ibunya.Namun, sebagai seorang pria yang terlatih menyembunyikan emosi demi rencana besar Saifanny, ia berusaha tenang. Wajahnya kembali datar, sedingin es."Lalu?"Ranaya tak sedetik pun mengalihkan pandangannya dari wajah In
Last Updated : 2026-04-14 Read more