Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 71 : Retakan Kepercayaan

Share

BAB 71 : Retakan Kepercayaan

Author: Zakia
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-22 23:54:03

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah jendela besar villa mewah milik Adrian, namun kehangatan itu seolah enggan menyentuh atmosfer di dalamnya yang terasa beku.

Indra melangkah masuk dengan perasaan yang berkecamuk hebat. Pagi itu, villa terasa sunyi; hanya terdengar suara gesekan kain pel dari seorang pelayan wanita yang sedang merapikan area lantai satu.

Indra memaksakan sebuah senyum tipis pada pelayan itu sebelum langkah kakinya membawanya naik ke lantai dua.

Sejenak, t
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 378 : Topeng dari Seorang Pemabuk

    Saifanny melangkah menyisuri interior kamar tamu kediaman Manggala, mengedarkan pandangan dengan binar mengagumi yang ia tahan sedemikian rupa. Sebagai wanita yang tumbuh dan lama berinteraksi di lingkaran elit, ia paham betul betapa keluarga Manggala mematok standar dekorasi yang tinggi—serba elegan, simetris, namun menyimpan aura dingin yang intimidatif. ​Di tengah kesibukan Saifanny mengamati tiap sudut ruangan, Syahdan mendadak menarik ujung lengan bajunya. Anak laki-laki itu menatap ibunya dengan sepasang mata bulat yang dipenuhi keraguan. ​"Ma, kita nginep di sini? Gak di hotel?" Tanya Syahdan pelan. Pertanyaan ganjil itu sebenarnya sudah mengendap di kepalanya sejak mereka meninggalkan area waterpark. ​Saifanny berjongkok sedikit, mengulas senyum menenangkan seraya mengusap pundak putranya. "Iya, Sayang. Sementara kita nginep di sini," jawab Saifanny singkat, mencoba menyamarkan gemuruh cemas di dalam dadanya. ​"Kalian bisa menginap selama mungkin di sini," potong sebuah s

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 377 : Waterpark dan Kediaman Manggala

    Matahari siang membakar T-City tanpa ampun, memancarkan silau yang memantul tajam di atas permukaan air kolam yang jernih.Di area waterpark yang riuh oleh gelak tawa pengunjung, Syahdan dan Mabelle tampak mengapung gembira, saling melempar bola air plastik di bawah pengawasan para penjaga pantai.​Sementara itu, di tepi kolam, Saifanny dan Marcus duduk berdampingan di atas kursi malas yang ternaungi payung pantai raksasa.Saifanny menarik topi pantainya agak menunduk ke bawah, menutupi keningnya dari sengatan radiasi matahari. Ia sudah menduga bahwa cuaca terik T-City akan terasa menusuk bagi kulit dan penglihatannya.​Di sebelahnya, Marcus duduk santai dengan senyum cerah yang terus menyungging. Pria itu tampak menikmati pemandangan di hadapannya—sesuatu yang dalam halusinasinya terasa seperti gambaran keluarga bahagia yang utuh.​"Tempat ini terlihat berbeda dari terakhir kali kita kemari. Arenanya lebih banyak dan luas," ujar Saifanny membuka percakapan basa-basi, berusaha mengali

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 376 : Tugas dan Perasaan yang Tertinggal

    ​Sinar matahari pagi membias di atas deretan kendaraan yang terparkir rapi di pelataran kantor Utama Group.Usai memarkirkan mobilnya, Yudi melangkah mantap menuju pintu utama gedung pencakar langit tersebut.​Langkahnya sempat tertahan sejenak saat melewati pos penjagaan depan. Dua orang rekan sesama tim keamanan melambaikan tangan dengan gestur maskulin khas mereka—sebuah teguran tanpa kata yang dibalas Yudi dengan anggukan kepala singkat.​Kedatangan Yudi ke kantor Utama Group pagi ini bukanlah untuk menyampaikan rincian perkembangan perburuan Ririn kepada Rivan, sang kepala tim keamanan.Panggilan ini bersifat pribadi dan sangat mendadak, datang langsung dari Andien—adik kandung Adrian yang sekaligus merupakan salah satu atasan di struktur perusahaan.​Di balik langkah kaku yang diayunkannya, batin Yudi tak terlalu banyak bertanya-tanya. Pria itu sudah memprediksi alur yang akan terjadi.Ia sangat paham bahwa Andien memanggilnya secara langsung hanya untuk satu alasan: mengorek in

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 375 : Jejak Dingin dan Senyum Palsu

    Pagi hari yang diselimuti kabut tipis membungkus kawasan pemukiman mewah itu dalam keheningan yang mencekam.Dari balik semak-semak tinggi di seberang jalan, seorang pria muda berseragam serba hitam tampak tiarap, mengamati setiap celah pergerakan rumah di hadapannya menggunakan teropong jarak jauh berpresisi tinggi.​Tak!​Sebuah tepukan mendarat cukup keras di bahunya, membuat anggota muda itu terperanjat kaget sebelum refleks menahan napasnya agar tak menimbulkan suara.​Ia menoleh cepat, mendapati sang senior tengah menatapnya dengan raut wajah serius nan lelah.​"Sekarang sudah jam lima lewat, mending kamu shalat dulu sana. Aku yang akan mengawasi pergerakan orang-orang di rumah itu," perintah sang senior dengan bisikan bernada rendah.​Petugas junior itu mengangguk patuh. Ia memundurkan tubuhnya secara perlahan seraya menyerahkan teropong jarak jauh tersebut ke tangan seniornya.​Sudah tiga hari penuh ia dan empat anggota tim keamanan lainnya bergan

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 374 : Rencana Nekat dan Bayang Trauma

    ​Suasana di dalam ruang kerja panti jompo yang semula kaku mendadak berubah manis di mata Marcus. Senyuman lebar tak henti-hentinya tersungging di bibir pria itu, memancarkan binar kebahagiaan narsistik saat menatap sosok Saifanny yang duduk di hadapannya. ​"Jadi... Kapan kita akan berangkat?" Tanya Marcus dengan tatapan mata hangat yang sarat akan binar optimisme. ​Saifanny terdiam sejenak, mengunci jemarinya di bawah meja untuk menyembunyikan getaran taktis di tangannya, sebelum kembali menatap Marcus. ​"Ayo kita berangkat besok pagi saja," jawab Saifanny seraya mengangguk pelan. ​Marcus sedikit terkejut dengan keputusan mendadak itu. Keningnya berkerut rapat. "Secepat itu?" Tanyanya kebingungan. ​Saifanny mengangguk mantap. "Iya, lebih cepat, lebih baik, kan?" Sahut Saifanny seraya memiringkan kepalanya, memasang raut wajah polos tanpa dosa yang sempurna. ​Marcus mengangguk cepat. Sepasang matanya memancarkan binar penuh semangat yang sulit dibendung. Pria itu tiba-tiba ber

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 373 : Di Balik Ajakan Liburan

    ​Layar ponsel di genggaman Saifanny memancarkan cahaya redup yang memantulkan raut wajahnya yang tegang. Jemarinya terus mengusap layar, menelusuri lembar demi lembar berkas digital yang baru saja dikirimkan oleh Bima. ​Ruang kerja panti jompo yang hening menjadi saksi bisu bagaimana napas Saifanny perlahan tertahan. Di dalam berkas itu, tertera rekam jejak Mawar Sudrajat di Utama Group puluhan tahun silam. Laporan audit lama menunjukkan adanya kebocoran data rahasia pada sistem otomatisasi pengolahan makanan sehat milik Utama Group—sebuah insiden sabotase teknis yang fatal, yang pada masa itu hampir menghancurkan reputasi perusahaan dan membuat posisi Adnan Utama di ambang pemecatan oleh Kakek Arkana. ​Namun, saat Saifanny mencoba menggali lebih dalam mengenai keterkaitan langsung antara sabotase tersebut dengan pengalihan paten food-tech ke tangan Manggala Tech, lembaran dokumen itu mendadak terputus. ​Halaman berikutnya hanya beri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status