Sakti hanya diam, ketika Laura mendekatinya. Wanita itu memang lebih agresif di banding Sakti. Tinggi badannya hanya setelinga Sakti, hingga dia harus mendongak mencapai bibir Sakti. Bahkan dua gunung kembarnya itu menempel pada dada Sakti. "Kenapa kamu menolak melakukannya? Aku hanya mau sama kamu," bisik Laura kembali meraih bibir Sakti dan menyesapnya.Sakti tidak mau terpancing lagi. Apalagi sudah ada yang mulai bergerak di balik celananya. "Sudah hentikan Laura. Jangan sampai kamu terangsang. Aku tidak akan melakukan," tegas Sakti mendorong tubuh Laura. "Hmm, Ok. Rupanya kamu jual mahal. Padahal aku bisa saja membayar pria untuk melakukan denganku. Tapi aku gak mau. Pertama kali lihat kamu ada aura yang lain. Aku juga gak tau.""Ayuk kita berangkat. Oh ya ponsel ini sudah ada kontakku. Hanya namaku tidak ada nama lain. Kamu boleh gunakan. Pistol ini barang gelap. Jangan sampai kamu ketahuan polisi. Sembunyikan di balik jasmu," uca
Last Updated : 2026-03-31 Read more