"Sama-sama, Ayah. Tapi … seharusnya Ayah tidak perlu berterima kasih. Aku dan Alisha bersahabat baik, sudah kebiasaan kami untuk saling membantu," ucap Aeza sambil menunjukkan senyum cerah pada semua orang, "percaya deh, Ayah, aku dan Alisha itu saling membantu. Bukan hanya aku saja yang membantu, tetapi alisha juga sering membantuku. Ouh, iya, Ayah, Ibu, Alisha ini sangat hebat loh. Awalnya kami saingan karena berebut juara pertama di kelas, tetapi setelah itu kami menjadi teman baik dan malah bersahabat. Alisha berhasil masuk ke Universitas ternama berkat kepintarannya, dia dapat beasiswa juga karena kecerdasannya, dan setelah lulus kuliah, ada banyak perusahaan yang meminta Alisha bergabung dengan mereka," ujar Aeza antusias. Itu karena dia selalu bangga dan senang setiap kali menceritakan betapa pintarnya sahabatnya tersebut. "Ouh yah?" Respon William begitu senang, menatap penuh binar pada putrinya. Selanjutnya mereka terus mengobrol. Sekalipun Aeza sudah bosan dengan obrolan
Read more