"Kamu semakin cantik, Nak," ucap Mira Ririana Thomas, ini dari Asher. "Tante juga," jawab Aeza sambil senyum hangat. Setelah menyapa Aeza, barulah Elino dan Mira ingat tujuan mereka datang ke rumah sakit ini. Yah, untuk menjenguk putra mereka. "Bagaimana bisa kau seperti ini, Nak? Siapa yang memukulmu?" tanya Mira dengan lembut. "Huh." Berbeda dengan istrinya yang terlihat khawatir, Elino malah sebaliknya. Wajahnya dingin, melirik sinis ke arah putranya yang duduk menyandar di ranjang rumah sakit, "ini sepertinya karma untuk seorang putra yang kerjanya hanya membangkang pada orang tua." "Jangan bicara seperti itu pada putra kita." Mira menegur suaminya. "Sayang, katakan kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya ulang Mira pada putranya, mengelus pelan dan hati-hati pipi putranya yang lebam parah. Asher menoleh ke arah Seven kemudian menatap datar ke arah depan. "Seorang pria brengsek dan gila," jawabnya kesal, tetapi setelahnya senyum tipis pada mamanya. Mendengar itu, El
Read more