Masalahnya, kenapa saat manusia satu ini menjadi Seven, dia bisa sangat manis?! Kenapa jika jadi Alaric begini, kakaknya cukup menyebalkan yah? "Jadi Aeza benar-benar cemburu?" tanya Alaric kembali, sudah senyum tipis karena sangat. "Iya lah, Kak. Istri mana yang tidak cemburu kalau kemeja suaminya beraroma parfum perempuan lain? Terlebih Aeza lagi hamil, lagi di fase sensitif-sensitifnya," ujar Alisha, "simpelnya begini deh, Kak. Soal perasaan Aeza ke Kakak, mungkin kita bisa ragu. Sebab perempuan memang jagonya menyembunyikan perasaan. Tapi kalau cemburu, perempuan itu paling payah menutupi perasaan cemburunya. Jadi bakalan mudah ketahuan deh kalau Aeza sedang cemburu ke Kakak." "Apa perempuan bisa cemburu tanpa mencintai?" tanya Alaric tiba-tiba. "Bisa jadi," jawab Alisha ragu, karena dia juga kurang paham. "Hum." Alaric berdehem singkat. "Eh, tapi, Aeza beneran suka sama Kakak. Yakin deh," ucap Alisha lagi sambil cengar-cengir pada kakaknya. "Mobilmu ada di garasi. Kau
Read more