Pernikahan Terkutuk (9)**"Mbak Aura?" Netraku membulat. Dia datang lagi, tapi, untuk apa?"Hei, madu." Bicara begitu, ia merangsek maju sembari bergelayut manja pada suami kita.Ritual mencium punggung tangan Mas Arfan, tak lagi kulakukan malam ini. Dia sudah ada pawangnya, yang aku tidak suka kenapa mereka jadi lebih sering mampir ke Apartment ini? Maksudnya apa?"Seksi sekali bajumu," ucapnya, menatapku tajam. "Tentu, ini kan baju-baju yang Mbak belikan. Apa Mbak Aura lupa? Aku tidak mungkin membiarkannya teronggok membisu di dalam lemari, toh ini di dalam Apartement bebas saja. Yang datang juga hanya suami kita, dan Mbak Aura."Aku menekan kata suami kita. Mimik wajahnya langsung tak suka, tapi, faktanya memang begitu kan?"Stop, memanggil suamiku dengan sebutan suami kita, Naya! Aku, Aura. Satu-satunya istri sah dari Mas Arfan, kamu hanya ngontrak jadi sadar posisi jangan buatku marah."Tanganku mengepal kuat. Lalu, apa aku tak bisa marah? Dengan dia datang terus ke mari? Seaka
Last Updated : 2026-04-04 Read more