Iringan mobil Dimas dan Nia sudah sampai disebuah rumah mewah, kedua mobil memasuki halaman dan berhenti tepat di pintu depan.“Ayo masuk,”ajak Nia sambil tersenyum hangatNazha dan Dimas melangkah mengikuti langkah Nia.“Aku tinggal sendiri , jadi aku senang jika ada tamu dan bersedia makan bersamaku, “ujar Nia“Aku dengar Dokter Nia, sangat dermawan, sering sekali menolong, “Dimas berkata sambil menatap seisi rumah“Ha..ha… ,”Nia terawa, kecil, lalu mempersiahlkan Nazha dan Dimas untuk duduk di kursi makan, beberapa hidangan Istimewa sudah tersaji, ditasa meja makan oval dengan kursi delapan“Sayang sekali rumah sebesar ini, hanya Dokter yang menempati,”kata NAzha“Kamu benar Naz, usiaku yang tak muda lagi, membuatku kesepian, aku berencana, mengadopsi seorang bayi, kebetulan putri dari temanku, sedang hamil, tapi ia tak mengingginkan bayinya lahir, aku berniat mengadopsinya,”jelas Nia“Itu lebih baik, “sahut Nazha Ketiganya menyuap menu sambil berbincang ringan mengenai proyek
Mehr lesen