Sopir telah kembali. Ben memintanya pergi mengambil sesuatu yang dibilang kejutan untuk Sabella. Kantong dengan tampilan elegan sudah diterima di tangannya, berbahan kertas tebal yang kuat dengan pita kecil emas dan terlihat mahal. “Pejam mata bentar, Bel,” ucap Ben dengan nada serius. Dia bersikap pada Sabella seperti pada para wanitanya. “Apa …?” tanya Sabella. Tidak memejam mata tetapi setengah berbalik badan pada kaca mobil di sampingnya. Ditunggu nya sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, lima detik, enam detik, tujuh detik, delapan detik, sembilan detik, sepuluh detik, dan Sabella sebetulnya tidak sabar lagi. Bukan ingin tahu apa yang bakal diberi Ben padanya. Melainkan ingin cepat kembali ke rumah keluarga Bapak Aziz. “Lihat ke sini, Sabella.” Ben berkata, akhirnya habis juga masa tunggu Sabella. Saat berbalik dengan sedikit penasaran, Ben sudah menunggu dengan kotak perhiasan terbuka. Sebuah cincin bermata berlian putih langsung berkilauan menyambut pandan
Last Updated : 2026-03-06 Read more