Kaelix mengangkat tubuh Sasqia dengan mudah, membawa ke ranjang, dan menindihnya. Dominasinya langsung terasa. Kaelix mencium Sasqia dengan lapar, lidahnya menguasai mulut istrinya sementara tangannya merobek tali lingerie di bahu hingga robek. Payudara Sasqia terbebas sepenuhnya. “Mas … pelan …!” desah Sasqia. “Mau yang lembut, hm,” balas Kaelix sambil tersenyum gelap, mata hitamnya penuh nafsu yang membara. “Tapi saya sudah tidak tahan lihat kamu begini.” Ia menunduk, menyedot puting Sasqia dengan kuat, lidahnya berputar liar. Tangan kanannya turun, menyelinap ke celana dalam tipis itu, langsung menemukan Sasqia yang sudah basah. Dua jarinya masuk pelan tapi dalam, mengaduk-aduk dengan irama yang membuat Sasqia melengkungkan punggung. “Ahh … Mas …!” desah Sasqia, tangannya mencengkeram rambut pria itu. Kaelix melepas celana trainingnya. Tonjolannya sudah keras sekali, kepala besarnya menggesek paha dalam Sasqia. Ia membuka kaki istrinya lebar-lebar, lalu mendorong mas
Read more