Aku memilih berada di dalam ruangan yang sama saat ia meninggalkanku. Untungnya aku kembali tepat waktu, karena ia sempat berpesan untuk tidak kemana-mana. Dalam situasi itu, aku bersyukur sempat bercengkrama dengan si kasir tua, merasakan rokok pertama setelah sekian lama, dan bertukar kata dengan Chris di rooftop kantor. Terus terang aku tidak akan sanggup hanya berdiam diri dalam penantian menyebalkan dengan seluruh overthinking yang ada di kepala. Tapi tentu saja, senang padanya sama dengan wajah memberenggut dan memberinya omelan karena terlalu lama meluangkan waktunya bicara dengan Bu Soraya, bahkan itu melebihi janjinya yang bilang hanya lima belas menit saja.Seperti yang sudah aku duga, pria itu mengabaikan seluruh omelan dengan meraih tanganku setengah menyeret untuk keluar dari ruangan tempat dimana aku ia tinggalkan. Saat kami berjalan menuju lift, beberapa karyawan kantor di sepanjang aula melihat kami berdua. Demi Tuhan, saat itu aku merasa sangat gugup setengah mati, ro
最後更新 : 2026-04-10 閱讀更多