Harusnya Jarrel tahu bahwa aku akan menganggapnya kurang ajar, tak beradab, menjengkelkan. Tidak ada yang bisa dibilang pantas dari perilakunya yang tiba-tiba saja mengetuk pintu kamarku di pukul dua belas malam hanya untuk maju, merenggut sisi kepalaku dan kemudian menciumku dalam-dalam.Napasku tercekat di bibir, genggamanku pada gagang pintu kontan terlepas, disusul tubuhku yang mundur ragu-ragu. Tak senang karena Jarrel menjadi yang paling dominan, pada akhirnya kuberikan ia balasan yang setimpal. Kurencanakan perlawanan sehingga tak menjadi pihak yang submissive. Lidah bergerak sengit, tangan mengelap ketika mencengkram kemeja yang Jarrel kenakan erat-erat, meski selang dua detik kemudian Jarrel sepertinya bisa merasakan dengan bibirnya sendiri bagaimana aku lantas tersenyum miring, mengabaikan saliva yang menetes di dagu.Tak butuh waktu lama hingga pertahanan diri masing-masing dari kami luntur. Menguak hasrat yang mengental pada setiap gerak tubuh.Sepasang lengan mengait pada
最後更新 : 2026-04-13 閱讀更多