Beribu pertanyaan berjejer rapi di otakku, tetapi tidak satu pun dapat meluncur keluar. Sebab cara Jarrel menatapku sekarang begitu intens. Begitu dalam, tajam, dan lekat, seolah-olah sedang mengurai isi hatiku dengan telanjang. Punggung jemari si pria mengusap batang hidungku, menyingkirkan sehelai rambut yang tersangkut di bulu mata. Kemudian menangkup pipiku. Aku terbuai oleh seberapa menakjubkannya cara ia menyentuhku.Perlahan, paras Jarrel yang dipahat dengan tangan Maha Terampil mendekat. Ia hanya berhenti dua detik untuk memberikan kesempatan jika aku betulan tak mau. Namun di persimpangan itu, aku malah sibuk berdiri diantara hujan bisik larangan yang memenuhi otak frontalku. Sebelum bibir atas Jarrel membentur bibirku. Lalu seperti ada sebuah kabut disana, aku tiba-tiba dilingkupi oleh ruang hampa dan kedap suara, tak dapat mendengar apapun kecuali tabuh jantungku sendiri. Semakin melabuh Jarrel ke bawah –mempertemukan seluruh milik kami berdua dengan begitu lembut— semakin
最後更新 : 2026-03-27 閱讀更多