Ia tidak bergerak atau menunjukan tanda-tanda ketidaknyamanan, gangguan, atau apa pun itu. Namun karena yang aku sedang hadapi kini adalah Jarrel, pria yang cukup hebat dalam mengatur mimik wajahnya sedemikian rupa. Maka yang aku dapati ia berekspresi sangat santai lalu sisanya ia memilih diam saja. Demi Tuhan, hal itu membuatku sungguh kecewa dan sakit hati. Sepertinya ia tidak terlalu ingin menjawab pertanyaanku. Jadi alih-alih menanti yang tak pasti aku kemudian hendak meralat perkataanku kembali, sebelum akhirnya kudengar pria itu mendengus.“Aku sebenarnya tidak terlalu suka topik ini,” akunya jujur, lalu setelah itu ia menatapku lagi. “Karena dimataku, ayahku adalah orang yang brengsek. Dia ingin aku melakukan apa yang dia inginkan tanpa mempertimbangkan perasaanku. Dia hanya peduli pada uang. Dan bukan cuma dia, tapi ibuku juga tampaknya mencoba memaksaku melakukan kehendaknya. Itu sebabnya dia mengutus Aiden dan membuatku terganggu dengan itu. Dia memang punya spesialisasi di
Última atualização : 2026-04-21 Ler mais