”Ada apa, Ma? Katakan saja. Jangan membuat Bimo penasaran begini,” desak Bimo sambil mengusap pundak mulus Mayang. Mayang menghembuskan nafas berat, matanya menatap lurus ke arah selimut. “Tadi... sebelum kamu pulang dari Rumah Sakit, Bu RT datang ke sini. Dia minta kita buat ikutan gotong royong bareng warga minggu. Tapi… Mama nggak siap ketemu dia dan para tetangga yang lain.” Bimo tertegun sejenak.”Hari minggu nanti?” Mayang mengangguk pelan, bibirnya mengerucut dengan wajah cemas. “Iya… kamu tahu sendiri kan, semenjak gosip-gosip aneh di komplek ini menyebar, Mama rasanya malas dan canggung kalau harus kumpul-kumpul lagi sama ibu-ibu komplek di luar sana. Mama takut gak kuat nahan malu kalau mereka mulai menyindir atau menatap Mama dengan pandangan aneh.” Bimo terkekeh pelan saat mendengar kekhawatiran mama mertuanya. Dia menarik Mayang sedikit lebih rapat ke dalam pelukannya. “Oalah, cuma karena itu? Mama gak usah khawatir. Selama ada Bimo di sini, gak akan ada sat
Last Updated : 2026-07-11 Read more