TIN!! Belum sempat Kenzo menjawab, tiba-tiba sebuah mobil mengklakson mereka cukup keras.“Kalau jalan makanya lihat-lihat pakai mata dong!” seru pengendara mobil yang ada di sebelah mereka.“Pak, fokus saja ke jalan. Antarkan saya ke Perusahaan Cipta Abadi sekarang,” ucap Kenzo seraya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.“Perusahaan Cipta Abadi? Bukannya itu salah anak Perusahaan milik Pak Darsono? Sial, apakah bandot tua itu yang sudah membeli Ulfamart dan membatalkan kontrak kerja sama mereka lalu mengubah nama tenant Bimo Point Coffee,”batinnya geram.“Baik,” sahutnya sebelum menginjak pedal gas dan menambah kecepatan mobilnya.Sesampainya di Perusahaan Cipta Abadi, Kenzo keluar dari mobilnya. “Pak, tunggu disini saja. Saya mau ke dalam sebentar.” “Iya Tuan,” sahut Bimo.Setelah memastikan Kenzo masuk ke dalam, barulah Bimo ikut turun dan diam-diam menyusulnya tanpa sepengetahuan security yang berjaga. Dia tidak dapat duduk di dalam mobil dan membiarkan putranya menghadap
Última atualização : 2026-09-27 Ler mais