Tubuh Bimo mendadak tegang. Matanya terbelalak menatap Angel yang kini merapatkan kedua tangannya seraya berkata maaf lewat gerakan mulutnya saja. Bimo berdehem keras, berusaha menetralkan getaran pada suaranya.“I-itu suara perawat di klinik, Ma…” kilah Bimo dengan cepat dengan memutar otak untuk mencari alasan yang masuk akal. “Pagi tadi aku kurang enak badan, jadi sempat mampir ke klinik terdekat untuk berobat. Kebetulan susternya lagi flu.” Mayang menghela nafas panjang di ujung telepon. “Ya ampun, Bimo... Kamu jangan terlalu memaksakan diri, Nak. Kamu ada di mana sekarang? Mama, Sella, Tiara, Dian, Rosa, dan anak-anak sudah berkumpul di rumah. Kami ingin sekali bertemu denganmu.”Mendengar hal itu, dada Bimo terasa makin sesak oleh rasa rindu yang tak tertahan. Dia melirik sejenak ke arah pintu kamar tempat Juno terbaring lemah tak berdaya. Saat ini dia tidak dapat meninggalkan Juno dalam keadaan seperti ini.“Ma... aku sangat bersyukur Mama dan yang lain sudah ingat semuanya.
Última atualização : 2026-10-04 Ler mais