Share

Bab 592 Adik Angkat

Author: Sora Archery
last update publish date: 2026-09-26 23:57:39

Mata Bimo memicing saat melihat pesan dari nomor tak dikenal muncul dari layar ponselnya.

“Selamat Anda baru saja memenangkan mobil Avanza. Silahkan hubungi kami segera.”

“Astaga, aku pikir tadi WA dari Nathan si manusia babi itu. Ternyata pesan penipuan,” Bimo dengan cepat memasukkan nomor tadi ke daftar hitam agar tidak kembali mengirimkan pesan aneh-aneh padanya.

Rencananya besok dia akan mulai bergerak ke ruko yang pernah diberitahukan oleh Baskoro kemarin malam. Siapa tahu disana dia dapa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 592 Adik Angkat

    Mata Bimo memicing saat melihat pesan dari nomor tak dikenal muncul dari layar ponselnya.“Selamat Anda baru saja memenangkan mobil Avanza. Silahkan hubungi kami segera.” “Astaga, aku pikir tadi WA dari Nathan si manusia babi itu. Ternyata pesan penipuan,” Bimo dengan cepat memasukkan nomor tadi ke daftar hitam agar tidak kembali mengirimkan pesan aneh-aneh padanya.Rencananya besok dia akan mulai bergerak ke ruko yang pernah diberitahukan oleh Baskoro kemarin malam. Siapa tahu disana dia dapat menemukan petunjuk tentang keberadaan Prof. Malik.“Bimo, tolongin Mama sebentar!” panggil Mayang dari arah dapur.“Iya Ma!” sahut Bimo sambil menaruh ponselnya ke dalam saku celana.Begitu sampai di dapur, Mayang tengah sibuk mencuci sayuran di bawah aliran wastafel. Bimo berjalan mendekati wanita itu dan berdiri di sampingnya.“Apa yang bisa Bimo bantu Ma?” tanya Bimo siap siaga.“Tolong masukkan bahan-bahan makanan yang sudah Mama cuci ke dalam kulkas. Lalu tolong potong-potong sayur genjer

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 591 Diusir

    Seorang Polisi keluar dari mobilnya lalu menghampiri mereka berdua. Polisi itu sedikit menunduk dan menatap mereka dengan tatapan galak.“Kalian kenapa menepi di tempat ini? Area ini tidak diperbolehkan untuk parkir apalagi untuk berbuat mesum!” tegur Polisi itu.“M-maaf Pak! Kami sama sekali tidak berbuat mesum! Tadi kami baru saja habis dari pasar dan Mama saya baru bilang kalau dompetnya hilang. Makanya saya menepi dulu untuk mencari dompetnya, siapa tahu jatuh di dalam mobil,” jawab Bimo beralasan.Polisi itu menatap belanjaan mereka di pasar yang ada di jok belakang. “Baiklah, kalau begitu kalian boleh pergi.” “Baik Pak. Terima kasih,” Bimo buru-buru kembali menjalankan mobilnya sejauh mungkin seraya menghela nafas lega.Mayang hanya tertawa pelan seraya menutup mulutnya. Wanita itu perlahan mendekat hingga deru nafas hangatnya menyapu cuping telinga Bimo. “Malam ini datanglah ke kamar Mama ya, Nak.” Deg! Telinga Bimo sampai memerah saat mendengarnya. Padahal ini bukan kali pe

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 590 Cerita Hidup Mayang

    “Om Hans siapa mereka? Apa mereka istri dan anaknya Om?” tanya wanita cantik dan montok itu saat melihat Mayang dan Bimo.“D-Dahlia?! K-kenapa kamu ada di pasar ini?!” tanya Hans terbata-bata dengan wajah pucat pasi seolah baru saja melihat hantu.Dahlia berkacak pinggang. “Harusnya aku yang nanya kayak gitu sama Om. Ngapain sih Om di pasar kotor dan bau ini? Kalau sih tadi sempat lewat di pasar ini karena jalanan besar lagi rusak. Eh gak sengaja liat Om lagi makan bakso sama mereka.” Mayang berdehem pelan. “Cewek baru kamu ya Hans?” “Eh, bukan-bukan! Dia bukan siapa-siapa aku, Mayang! Percaya padaku! Dia hanya anak dari temanku,” bantah Hans dengan cepat.“Loh, kok Om gak mengakui aku sih di depan mereka?! Apa Om lupa kalau setahun ini Om sering ngajak aku check-in di hotel!” seru Dahlia tak terima.“Jangan ngomong sembarangan kamu Dahlia! Kita itu gak ada hubungan apa-apa! Kamu jual ya aku beli dong! Kamu juga nerima uang banyak dariku! Sana pergi!” usir Hans seraya bangkit dan me

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 589 Wanita Montok di Pasar

    Mayang menepuk bahunya Bimo pelan. “Bim, kamu liatin apa?”Bimo sedikit tersentak dan reflek menoleh ke arah Mayang. “Ah, bukan apa-apa Nyonya. Tadi sepertinya saya melihat teman lama disana.” “Kenapa panggil Nyonya. Mulai detik ini kamu adalah anak angkatku. Panggil aku Mama, oke?” dikte Mayang kembali mengingatkan.“I-iya Ma,” jawab Bimo seraya melirik ke arah orang misterius tadi, namun sosok itu telah menghilang di balik keramaian.“Loh kemana orang tadi? Mungkin hanya perasaanku saja,” batinnya. Bimo kembali melanjutkan menemani Mayang untuk membeli bahan-bahan makanan dan kebutuhan pokok di pasar. Hans terus merengek dan menawarkan diri untuk membantu.“Sini Mayang biar aku saja yang bawakan,” ucap Hans tak mau kalah dari Bimo.Mayang menghembuskan nafas pelan lalu memberikan semua kantung belanjaan kepada pria bule itu. “Nih, kalau kamu maksa banget!” Hans langsung kelabakan saat menerima semua kantung belanjaan Mayang. Ekspresi wajahnya berubah menjadi jijik begitu menyentu

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 588 Siapa Dia?

    “Awas!! Ada tukang becak!!” seru Hans panik dan ketakutan seraya menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya.“AHKKKK!!” teriak mereka dan tukang becak itu dalam waktu yang bersamaan.Beruntung, Bimo langsung menginjak pedal gasnya dan membanting setirnya ke arah kanan sebelum menghantam becak.Kepala si Hans sampai terantuk kuat di sandaran kursi depan hingga membuat pria itu memekik kesakitan. “Awww kepalaku!!” Bimo sama sekali tidak memperdulikan pria bule itu dan langsung memeriksa keadaan Mayang yang ada di sebelahnya.“Ma! Mama baik-baik saja kan?!” tanya Bimo cemas.“S-saya baik-baik sa…” kata-kata Mayang terhenti saat mendengar Bimo memanggilnya dengan sebutan Mama. “Kamu panggil saya apa tadi?” Wajah Bimo mendadak gelagapan. “Maaf, Nyonya. Saya salah ngomong tadi. Saya keinget Mama saya yang udah meninggal.” Mayang terlihat terenyuh mendengar jawaban Bimo. “Kedua orang tua kamu sudah meninggal semua Bimo?” Bimo mengangguk kaku. “Iya Nyonya.” Mayang reflek memegang

  • Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi   Bab 587 Hampir Nabrak

    Tawa pria itu terdengar familiar di pendengaran Bimo. Dia mencengkram ponselnya dengan tangan bergetar.“Kamu…tidak mungkin….bukankah kamu sudah mati?!” tanya Bimo tak percaya.Pria itu kembali tertawa terbahak-bahak. “Aku sampai detik ini masih hidup Bimo. Berkat sumsum tulang belakangmu, sekarang aku sudah memiliki kekuatan yang setara denganmu dulu. Bahkan anakmu si Juno menjadi hewan peliharaanku ahahahaha!” “Nathan…” Bimo ingat betul bahwa hari itu dia mematahkan leher Nathan dengan menggunakan kedua tangannya sendiri sampai mati. Bagaimana mungkin Nathan bisa hidup kembali? “Kamu pasti bingung dan bertanya-tanya bukan? Hari itu yang kau bunuh bukanlah aku, tapi orang yang menyerupai aku. Sekarang kamu tidak memiliki kekuatan apapun. Sementara aku sebentar lagi akan menjadi penguasa dunia ini. Sial, kenapa kamu tidak mati di arena Quartell Game itu?” ucap Nathan kesal diiringi suara anggur yang dituangkan ke dalam gelas.DEG! “J-jadi kamu yang telah memasukkan aku ke dalam gam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status