Teilen

49. Pergi 3

last update Veröffentlichungsdatum: 09.03.2026 14:45:50

Selesai berkemas, Arsel keluar menghampiri papanya dan berdiri di belakang pria itu. "Maaf kalau aku harus pindah, Pa. Aku akan tetap ke kantor dan beraktivitas seperti biasa, selagi Papa masih membutuhkanku."

Pak Fardhan masih diam membelakangi Arsel. Dadanya bergemuruh Dan ia menahan agar tak meledak. Dia tidak ingin kehilangan putranya, karena Salsa masih terlalu muda dan jelas tidak bisa diharapkan seperti kakaknya.

"Aku hanya pindah tidur saja. Aku butuh ruang untuk pribadiku, Pa. Seperti
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (56)
goodnovel comment avatar
Nunung Noerainy
kasian kimmy, semoga bahagia bersama arsel dan debay .....
goodnovel comment avatar
Nunung Noerainy
boleh, boleh ya mba Lis
goodnovel comment avatar
Nunung Noerainy
moga saat lahiran ditungguin papanya,
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Kamu yang Kucintai   103. Curahan Hati 6

    Kimmy menarik napas panjang, matanya menerawang ke arah langit-langit kamar. "Dia satu-satunya orang yang benar-benar mengerti aku. Tempatku berbagi cerita tentang hidupku. Kami berteman sejak masih kanak-kanak. Namanya Langit."Arsel menahan napas dan merasakan rahangnya mengeras."Papanya Langit dan almarhum papaku berteman baik. Makanya kami saling kenal. Nasibnya hampir sama dengan kita, Bang. Bahkan mungkin lebih menyakitkan lagi. Dia punya ibu tiri yang jahat. Punya saudara tiri yang pendiam, tapi diamnya mereka itu penuh akal licik. Mereka hanya ingin menguasai harta papanya. Tapi Langit beda. Alih-alih berebut atau menjilat, dia justru memilih meninggalkan semuanya. Dia pergi demi ketenangan jiwanya sendiri."Kimmy diam sejenak. Setitik air mata jatuh di pipinya yang merona. "Andai saja hari itu dia mau membawaku pergi, mungkin malam kelam itu tak akan pernah terjadi di antara kita." Kimmy menceritakan pertemuan dengan Langit sore itu. Bagaimana ia ingin ikut pergi.Cerita itu

  • Kamu yang Kucintai   102. Curahan Hati 5

    Kimmy merasakan perih di dadanya. Membuat tubuhnya terasa panas dingin. "Apa kamu menyesal berpisah dengannya, Bang?"Kalau Mbak Zareen memang sebaik itu, kamu bisa kembali bersamanya nanti. Setelah anak ini lahir," bisik Kimmy. Air matanya kembali tumpah. "Aku nggak ingin menjadi penghalang cinta kalian. Mbak Zareen pasti akan memahami. Apa yang terjadi pada kita adalah musibah, sebuah kecelakaan yang nggak kita inginkan. Dia pasti akan memaafkanmu, Bang. Kamu sudah membuktikan menjadi lelaki yang sangat bertanggung jawab. Pasti Abang juga akan tetap mengurus anak ini dengan baik, sekalipun kita berpisah."Mendengar itu Arsel merasakan denyut menyakitkan di dadanya. Nyeri menjalar ke mana-mana. Ia tidak menyangka Kimmy akan berpikir sejauh itu. Ia meraih kedua bahu Kimmy, memaksa wanita itu menatapnya tepat di manik mata."Dengarkan aku baik-baik, Kim," ujar Arsel dengan suaranya bergetar oleh emosi. "Aku tidak akan pernah kembali pada Zareen, walaupun anak kita sudah lahir. Cerita k

  • Kamu yang Kucintai   101. Curahan Hati 4

    KAMU YANG KUCINTAI- 41 Curahan Hati 2Kimmy menyeka air mata."Banyak yang ingin kubicarakan denganmu tentang kita. Aku yang tadinya seperti orang asing, akhirnya menjadi bagian paling intim dalam hidupmu," ujar Kimmy.Arsel terdiam. Ia menatap istrinya, bukan dengan tatapan tajam yang dulu sering membuat Kimmy gemetar, melainkan dengan sorot mata yang sarat akan perhatian."Katakan semuanya. Abang akan mendengarnya. Malam ini jangan ada yang kamu simpan lagi," jawab Arsel. Suaranya rendah dan dalam.Kimmy menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengeluarkan isi hatinya. Ia memang tidak boleh diam terus-terusan. Dengan diam, Arsel tidak akan tahu apa yang sedang dirasakannya. "Aku tahu, Bang. Kamu nggak menyukai Mamaku juga nggak menyukaiku masuk ke dalam hidup kalian. Tapi aku hanya gadis yang mengikuti ibunya. Aku nggak punya pilihan selain ikut ke mana pun Mama membawaku."Untuk itu, aku berusaha menyapamu dan Salsa. Aku tahu diri, hidup menumpang harus horma

  • Kamu yang Kucintai   100. Curahan Hati 3

    Wanita itu lebih baik cerita langsung ke Arsel daripada ke Kimmy. Agar Kimmy yang sedang hamil tidak bertambah beban mentalnya.Sampai rumah, Mbak Asih langsung ke belakang untuk mengecek pintu dan jendela. Juga menyimpan lauk untuk sahur nanti. Sedangkan Kimmy dan Arsel masuk kamar. Kimmy mengambil buku KIA dan memberikan pada sang suami. Arsel membukanya. Dia memang tidak bisa menemani Kimmy periksa kehamilan. Sebab ia ke Pujon tiap akhir pekan. Jadi dokter kandungan tidak praktek."Dokter bilang apa?" tanya Arsel."Bayinya sehat. Beratnya juga sesuai umur.""Alhamdulillah."Selesai membaca keterangan dari dokter, Arsel meletakkan buku di meja. Kemudian berpindah ke atas tempat tidur untuk menyusul istrinya. Ada yang hendak dibicarakan dengan sang istri. Tapi kalau bicara sekarang, alamat Kimmy bakalan judes lagi dan dia tidak akan mendapatkan jatahnya malam itu. Sedangkan minggu depan dia juga sangat sibuk. Semoga tetap bisa pulang ke Pujon.Jadi, bukannya bicara. Arsel menatap i

  • Kamu yang Kucintai   99. Curahan Hati 2

    "Mobilnya baru kan, Mbak?" kata Mbak Asih."Iya. Biar nggak terlacak, mungkin Bang Arsel tukar mobil dengan temannya, Mbak.""Bisa jadi, Mbak. Tapi itu masih baru. Coba lihat plat nomernya." Mbak Asih memperhatikan dengan teliti. "Nanti kutanyakan. Biasanya kan gantian sama mobilnya Mas Tora.""Kalau gitu saya tinggal belanja dulu, Mbak. Nanti kesiangan." "Iya."Mbak Asih segera melangkah menuruni tangga teras. Sedangkan Kimmy kembali masuk ke dalam. Saat bersamaan, Arsel keluar dari kamar. Pria itu tersenyum melihat istrinya dengan daster hamil warna maroon."Abang, pakai mobil siapa? Sepertinya mobil baru," tanya Kimmy.Arsel mengambil kunci mobil lalu menggandeng tangan istrinya untuk diajak keluar lagi. Pria itu membuka kunci dengan remote di tangannya. Pintu depan dibuka. "Ini punyamu," ujar Arsel yang membuat Kimmy terbeliak kaget, tapi juga tidak percaya."Nggak usah bercanda deh, Bang," sungutnya."Siapa yang bercanda. Ini serius. Abang beli untuk pulang ke Pujon. Dan ini mi

  • Kamu yang Kucintai   98. Curahan Hati 1

    KAMU YANG KUCINTAI- 40 Curahan Hati 1Arsel memandang jam dinding. Pukul 02.50. Masih ada waktu sebenarnya. Arsel mengusap tengkuknya karena gelisah. Bagaimana ia menahannya sampai malam nanti. Semalam saja ia susah payah mengendalikan diri."Bang," panggil Kimmy setelah meletakkan mangkuk di meja."Abang ke kamar dulu," jawab Arsel lalu melangkah kembali ke peraduan mereka.Kimmy diam sejenak kemudian menyusul. Sementara Mbak Asih masih sibuk di dapur. Kimmy memang polos, tapi bukan bodoh. Dia tahu Arsel gelisah karena apa. Ketika tadi malam Arsel memeluknya dari belakang, ia merasakan detak jantung Arsel yang beradu di punggungnya. Merasakan ketegangan sang suami."Kamu tidak kedinginan pakai baju seperti itu?" tanya Arsel sambil menyalakan ponselnya. Kemudian mengecek pesan dan email untuk meredakan kegelisahan dalam dirinya."Aku sudah terbiasa dengan cuaca di sini, Bang. Lagian wanita hamil bawaannya selalu gerah."Arsel mengembalikan ponselnya di meja. Ia melangkah mendekat lan

  • Kamu yang Kucintai   21. Sebuah Rencana 2

    Mereka melangkah mengikuti pelayan naik ke lantai dua. Ternyata Arsel reservasi menggunakan nama tengahnya, Ravensa. Pria bernama lengkap Arsel Ravensa Permana itu tentu saja sangat berhati-hati. Sebab hal sekecil apapun bisa saja membuat orang lain bisa menemukannya. Tidak banyak yang tahu nama te

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-20
  • Kamu yang Kucintai   9. Testpack

    KAMU YANG KUCINTAI- 9 Testpack "Kimmy, kamu nggak kuliah pagi ini, Sayang?" tanya Bu Elok lembut, tangannya ragu untuk menyentuh bahu Kimmy yang duduk di dekat jendela kamar sambil memandang taman di luar.Kimmy hanya menggeleng pelan. Matanya tetap terpaku pada dahan pohon mangga yang bergoyang

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Kamu yang Kucintai   30. Tahu Rasa 2

    Arsel yang selesai mandi langsung menjatuhkan tubuhnya ke pembaringan. Jujur dia sangat capek seharian ini. Namun masih menyempatkan untuk mengirimkan pesan pada Mbak Asih. [Mbak Kimmy sudah tidur, Mas. Di sini hujan deras.] Balasan dari Mbak Asih.[Baiklah, Mbak.]Arsel menjatuhkan ponsel di kasu

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-23
  • Kamu yang Kucintai   25. Keputusan 3

    Langkah Kimmy agak cepat. Ketika mencapai gerbang utama pemukiman elite itu, napasnya sudah ngos-ngosan. Semenjak hamil, dia merasa cepat sekali lelah.Kebetulan ada taksi yang lewat dan langsung di stop oleh Kimmy. "Terminal Bungurasih, Pak.""Nggih, Mbak," jawab driver setengah baya.Taksi melaju

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-21
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status