Kesibukan sudah terjadi sejak pagi bahkan sebelum matahari benar-benar muncul.Kabut Lembang masih turun tipis.Udara dingin menusuk sampai membuat ujung hidung Kaluna memerah.Tidak seperti di dalam kamar—suasana justru terasa hangat.Satria sedang memakai jaket hitam tebal sambil mengecek ulang daftar pengiriman di tabletnya.Beberapa nama sayur dan buah tersusun rapi lengkap dengan berat, suhu penyimpanan, dan estimasi shelf life.Kaluna bersandar di kepala ranjang sambil memperhatikan suaminya sejak tadi.Dan entah kenapa—semakin melihat Satria bekerja keras seperti itu, semakin besar rasa cintanya.“Sayang.”“Hm?” Satria masih fokus pada layar.Kaluna mengerucutkan bibir.“Kamu beberapa hari ini ganteng banget.”Satria langsung menoleh lalu terkekeh kecil.“Loh?”“Iya.” Kaluna mengangguk serius. “Aura suksesnya pekat banget.”Satria tertawa pelan, dia bangkit lalu menghampiri ranjang.Tangannya otom
Read more