“Ya udah deh, oke.”Satria yang berdiri di dekat mobil dengan pintu kabin belakang terbuka, sempat terlihat bingung.Kenapa Kaluna bersedia menerima ajakan dinner itu?Kenapa Kaluna tidak menjaga perasaannya?“Satria, kamu bawa pakaian ganti aku, kan?”“Bawa Nona … ada di belakang, saya ambilkan.” Satria langsung bergerak ke belakang mobil, membuka pintu belakang lalu mengeluarkan sebuah tas.Andre mengambil alih tas itu dari tangan Satria sebelum sempat diberikan kepada Kaluna.“Satria.”“Ya Pak.”“Saya yang akan mengantar Kaluna pulang.”Nada suaranya penuh percaya diri. “Sekalian menjelaskan pada ayahnya kenapa kami pulang agak larut.” Kalimat itu terdengar biasa.Tapi ada sesuatu yang membuat Satria merasa aneh. Seolah Andre tahu sesuatu kalau hubungan dia dan Kaluna backstreet.“Dan tolong antar Mia pulang,” kata Andre lalu menoleh ke arah Mia.“Mia, kamu pulang diantar Satria saja ya.”Mia melirik Satr
Read more