Di sebuah ruang meeting eksklusif dengan dinding kaca, tiga pria duduk berhadapan.Di tengah—pria berwibawa dengan rambut yang mulai memutih di sisi pelipis. Tatapannya tajam, tenang, dan penuh kendali.Kama Gunadhya, pewaris sekaligus pimpinan tertinggi AG Group.Di hadapannya, duduk seorang pria seusia dengannya dengan aura tak kalah kuat—ayah Andre dari Pratama Group. Di sampingnya, Andre duduk dengan postur santai, tapi sorot matanya menyimpan sesuatu yang tidak bisa diabaikan.“Untuk proyek pesisir itu,” ucap Kama tenang sambil membuka dokumen di depannya, “anak perusahaan saya sudah menyelesaikan tahap pembebasan lahan. Tinggal finalisasi kerja sama teknis dengan pihak kalian.”Ayah Andre mengangguk. “Kami sudah review proposalnya. Secara struktur, bagus.”Andre menyandarkan tubuhnya ke kursi, menatap ke arah Kama.“Kaluna yang handle langsung.”Kama mengangkat pandangan. “Benar. Ada masalah?”Andre tersenyum tipis. “Enggak. Justru menarik. Dia berkembang jauh lebih cep
Read More