Koridor lantai tujuh masih cukup lengang ketika Karuna keluar dari lift. Jam kerja baru saja dimulai, sebagian orang masih berkutat dengan kopi pagi atau sebagian lagi sedang melangkah menuju ruangan. Langkah Karuna melambat ketika netranya menangkap sebuah punggung yang tak terasa asing. Seorang pria berdiri di dekat jendela koridor, tampak sedang memeriksa sesuatu di ponselnya. Karuna menyipitkan mata sebentar, mencoba memastikan. “Pak Pratama?”Pria itu menoleh. Alisnya sedikit tertaut, kepalanya dimiringkan tipis seolah mencoba mengingat.Karuna langsung tersenyum lebar, terkekeh. “Karuna, Pak!”“Oh–” Ekspresi pria itu langsung berubah lebih hangat. “Iya, iya. Karuna.” Pratama mengangguk ringan, akhirnya mengenali.Karuna membuka totebag yang ia bawa, “maaf banget ganggu waktunya lagi, tapi,” lalu mengeluarkan sebuah payung lipat berwarna gelap. “Ini, Pak. Payungnya. Makasih banyak, ya, dua hari lalu sudah nolong saya.”Pratama menghela napas, kemudian menyimpan ponselnya di sala
Last Updated : 2026-03-09 Read more