Koridor hotel mewah itu sunyi, hanya diisi oleh suara roda koper yang sesekali berderak di atas karpet tebal. Suasana terasa hangat, sekaligus asing.Karuna berjalan beberapa langkah di belakang Rajendra yang menarik koper sejak mereka keluar dari lift. Tangan gadis itu masih menggenggam tas pribadinya, sementara netranya ikut melirik nomor kamar yang terpasang di setiap pintu.Hingga akhirnya, sebuah kamar cocok dengan nomor yang tertera di kartu mereka. Rajendra berhenti lebih dulu, ia mengangkat kartu hotel mereka, hendak menempelkannya pada panel pemindai. Namun, sebuah tangan tiba-tiba mencengkram bahan kemejanya, sebagian juga menyentuh kulit lengannya.Rajendra menoleh, ada Karuna yang berdiri di belakangnya dengan ekspresi yang tak bisa ia baca.“Rajendra.”Pria itu hanya mengangkat sebelah alisnya, menunggu.Karuna yang melihatnya lantas menelan ludah cepat sebelum akhirnya berkata, “ini… kita beneran nggak bisa pesan kamar terpisah?”Rajendra menatapnya, tanpa kata, tanpa se
Last Updated : 2026-03-18 Read more