Malam itu mereka tiba di Sanur tepat saat langit berubah menjadi gelap. Mentari sudah berganti bulan. Lampu-lampu kecil bergelantungan di sepanjang jalan menuju bibir pantai, bercampur dengan cahaya dari stan-stan makanan.Aroma sate lilit, jagung bakar, dan kelapa muda bercampur dengan desir laut yang hangat. Karuna melangkah di antara keramaian itu, matanya bergerak ke sana kemari dengan rasa kagum juga penasaran. “Ramai banget…”Rajendra ada di sampingnya, kedua tangan masuk ke saku celana. “Itu adalah alasan mengapa ini disebut dengan festival.”“Berarti setiap ada festival selalu kayak gini, ya?” tanya Karuna lagi, sedikit mendekat pada sang pria agar suaranya tidak tenggelam oleh musik yang bersahutan.“Iya,” jawab Rajendra singkat. “Festival selalu begitu.”Karuna mendengus kecil. “Ya, aku juga tahu ini festival, maksudnya–” ia berhenti sendiri, lalu menggeleng, “udah, nggak jadi. Percaya aja deh sama yang pernah liburan ke Bali lebih dulu!”Rajendra melirik, menggeleng-gelengka
Last Updated : 2026-03-29 Read more