Di rumah, Jaka mengeluarkan tiga gepok uang dari karungnya. Beno berbinar, ia benar-benar tidak sabar akan mendapat bagian berapa dari hasil penjualan koin-koin tersebut. Tangan Jaka sedikit gemetar, ini kali pertama baginya memegang uang sebanyak ini. Bayangkan seorang pemulung yang biasanya mendapatkan uang receh, kini memegang 30 juta di tangannya. “Yaelah, Ka… santai aja kali, baru segitu ko udah gemetaran,” celetuk Beno sambil cengengesan. “Gimana enggak gemetaran coba, dari kecil gue kaga pernah megang uang sebanyak ini, Ben,” sahut Jaka, pasangannya tidak pernah lepas dari uang yang ia pegang. “Ya elah santai aja kali,” kata Beno lagi. “Selow men, selow…” Jaka menarik napas panjang, ia mulai memisahkan tiga gepok uang tersebut. “Gini, Ben, ini jatah lo,” kata Jaka. Tanpa pikir panjang ia langsung memberikan satu gepok uang untuk Ujang, yang mana itu berarti 10 juta. “Hah, serius lo Ka?” Beno terbelalak, ia tidak menyangka akan mendapatkan bagian sebanyak itu. Awaln
Read more