Esok harinya, Jaka mengantar Beno dan Bagas sampai ke depan pintu masuk desa. Di sana juga ada Sigrid dan Sari yang ikut mengantar. “Pastikan mereka berdua sampai di desa seberabg dengan selamat!” kata Sigrid memberi perintah pada dua pengawalnya. “Baik, Tuan! Kami akan pastikan mereka berdua sampai di sana.” Dua pengawal itu mengangguk pelan seraya membungkuk rendah. Sebelum mereka berangkat, Jaka mendekat dan memegang bahu Beno yang sedang berdiri berkaca-kaca. Di satu sisi Beno lega karena dia akhirnya bebas dari desa aneh ini, namun di sisi lain dia begitu khawatir dengan Jaka. “Ka, gimana ini Ka?” tanya Beno yang hampir menangis, semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan hal ini. “Aman aja Ben, gue enggak apa-apa kok,” jawab Jaka sambil tersenyum tipis. “Iya, tapi… masa lo harus tinggal di sini selamanya sih?” “Ya kagak lah, Ben.” Jaka menarik napas dalam-dalam. “Pokoknya lo tenang aja. Sekarang lo sama Bagas balik ke desa, kalau Pak Kades nanyain gue, bilang aja gue
Read more