Namun dia sepertinya lupa, perasaan seseorang itu ibarat uang di celengan. Kalau hanya diambil tanpa pernah diisi, lama-lama pasti akan habis.Karena aku memasang harga rumah cukup rendah, kurang dari satu minggu rumah itu sudah terjual.Aku pergi ke kantor agen properti, menandatangani kontrak, menentukan tanggal serah terima dengan pembeli, lalu pulang ke rumah.Begitu pintu kubuka, terdengar tawa riang dari dalam.Sandal pasangan di area depan sudah tidak ada.Sebagai gantinya, ada sepasang sepatu hak tinggi dan sepatu kulit pria favorit Rangga yang dulu diberikan Wina saat ulang tahunnya. Aku langsung mengerti, orang di dalam adalah Rangga dan Wina.Bukankah mereka seharusnya baru kembali dua hari lagi?Saat aku masih berpikir, Wina mendengar suara pintu dan berjalan ke arahku. Dia mengenakan sandal rumahku, memakai piamaku, rambutnya terurai sedikit berantakan di bahu, sikapnya santai seperti nyonya rumah."Kak Nabila, kenapa pulang jam segini? Bukannya sekarang masih jam kerja ya
Leer más