"Kau membuat masalah?" Tesa nyaris menjerit ketika sebuah anak panah dilesatkan dan jatuh di bawah kakinya. Ia berhasil melompat menghindar. Namun degup jantungnya menggila. "Mereka bisa membunuh kita!" "Yah," sahut Duke menghindari anak panah yang di arahkan padanya. "Kurasa itulah yang mereka inginkan." Tapi kenapa? Belum sempat Tesa mendapatkan jawaban. Satu anak panah melintas amat dekat di samping telinganya. Tesa sontak menunduk dengan mata terpejam. Akibatnya itu membuat langkah mereka melambat. "Simon?" Duke langsung berbalik, ia menghadapi enam orang algojo itu. Wajah mereka tertutup kain, tubuh mereka besar-besar, dan masing-masing memegang senjata. Pedang pendek, tongkat besi, dan satu orang dengan busur yang siap menembak lagi. Mereka menyebar cepat, membentuk setengah lingkaran, sementara Tesa berdiri di belakang Gabriel, jantungnya berdetak keras, mencari perlindun
Last Updated : 2026-04-02 Read more