Napas Tesa seperti tersumbat di tenggorokan selama satu dua detik lebih lama. Lalu ia mengembuskannya perlahan. Otaknya mencoba mencerna apa yang baru saja Duke tawarkan. "Kenapa tiba-tiba Duke?" tanyanya. "Ini tidak tiba-tiba Simon, toh cepat atau lambat aku memang harus kembali. Tapi sudah kukatakan padamu, tempat ini sudah tidak aman untukku. Bahkan mata-mata di sini sudah menunjukkan eksistensinya tanpa takut ketahuan." "Kau tahu orangnya?" Punggung Duke menegak, Tesa bisa melihat pria itu berkedip sebanyak dua kali yang menandakan ia gelisah. "Aku hanya menduga-duga saja." Oke, Duke berbohong, dia sudah tahu siapa mata-mata yang dikirim Madam. Tesa terbiasa memerhatikan perubahan ekspresi pria itu sehingga perbedaan kecil saja sudah membuatnya yakin kalau Duke tidak berkata jujur. "Tapi bukan itu intinya, kan?" Seakan tahu Tesa sedang meragukannya, Duke menyergah kasar. "Kusebutkan siapa orangnya pun, belum tentu kau akan mengenalinya, kalian sangat berbeda." "Sek
Last Updated : 2026-04-07 Read more