Maya POV"Sebentar lagi Benny akan datang, aku sudah menelponnya."Aku menggeleng panik.Bayangan menyeramkan malam itu kian memberiku siksaan."Mas, aku benar-benar tidak akan memaafkan kamu. Sejak awal memang tak seharusnya aku menyetujui perjodohan kita dulu, harusnya saat itu aku kabur, agar aku tak perlu menikah dengan pria kejam seperti kamu."Mas Angga langsung mencengkeram daguku hingga membuat wajahku mendongak ke atas."Apa kamu berniat kabur bersama Fajar yang miskin itu?"Aku menentang sorot matanya dengan segala keberanian."Nyatanya kamu yang miskin Mas, kamu miskin moral dan miskin rasa peduli, bahkan saat bersamamu kamulah yang sudah membuatku jatuh miskin."Ekspresi Mas Angga segera berubah garang. Dia seperti sudah kehilangan kendali.Melihat kedua matanya yang seakan menyala oleh amarah, aku berpikir dia akan menamparku lagi.Tapi sebelum dia sempat mendekat, dari arah depan telinga kami segera mendengar suara mobil yang berhenti. Detik selanjutnya disusul suara ser
Read More