Setelah mencapai puncak kesekian kalinya dalam posisi yang melelahkan itu, Samudera akhirnya menarik Seraphine kembali ke tengah ranjang. Namun, alih-alih langsung melepaskan tautan mereka, Samudera justru menahan tubuh Seraphine di bawah kungkungannya selama beberapa saat. Samudera merunduk, menatap lekat-lekat mata sayu Seraphine yang masih dipenuhi sisa gairah. Seringai tipis yang amat seksi muncul di sudut bibirnya yang basah. "Did you like it, hm? Tell me, lines of your thoughts, did it feel good, Sayang?" bisik Samudera dengan suara parau yang sangat rendah, tepat di depan bilah bibir Seraphine yang bengkak. Seraphine membuang muka sesaat, mencoba menyembunyikan rona merah di pipinya. Samudera dengan cepat menarik dagunya lembut, memaksa sang istri untuk menatapnya. "Look at me, Sera. I asked you a question. Was it good?" "You... you know the answer, Sam. Nggak usah pamer," bisik Seraphine parau, jemarinya meremas sprei di bawahnya. "I want to hear it from your mouth,
더 보기