Share

Bab 64

Penulis: yourayas
last update Tanggal publikasi: 2026-05-16 20:16:10
Gerbang otomatis rumah besar kediaman Samudera dan Seraphine terbuka perlahan, menyambut kepulangan SUV hitam yang dikendarai oleh Samudera pada dini hari itu. Hujan di Jakarta sudah mulai reda, hanya menyisakan hawa sejuk dan aroma tanah yang basah.

Samudera mematikan mesin mobil di carport yang luas. Samudera turun terlebih dahulu, melangkah memutari kap mobil dengan langkah lebar yang dominan. Ia membuka pintu penumpang, menatap Seraphine yang masih terbungkus jaket besarnya. Tanpa sepatah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 135

    Samudera tidak menyadari perubahan atmosfer dari sang istri. Pria itu menundukkan wajahnya, berniat untuk menempelkan bibir tebalnya ke atas bibir Seraphine untuk memulai ciuman panas mereka. Namun, sebelum bibir mereka bertemu, Seraphine dengan cepat memalingkan wajahnya ke samping, membuat kecupan Samudera hanya mendarat di pipi kirinya. Samudera menghentikan gerakannya. Ia menjauhkan sedikit wajahnya, menatap Seraphine dengan dahi berkerut bingung. "Sayang? Kenapa, hm? Kamu capek?" Seraphine tidak langsung menjawab. Ia menolehkan kembali wajahnya, menatap lurus ke dalam mata suaminya dengan tatapan yang terasa dingin dan menyelidik. Samudera mengerjap menatap kedua manik istrinya. "Aku udah wangi, udah bersih. Sekarang... waktunya aku minta amunisi sebelum besok pagi-pagi banget harus ke bandara," bisik Samudera parau, menundukkan wajahnya hendak menyesap ceruk leher Seraphine yang selalu menjadi favoritnya. Namun, gerakan Samudera terhenti ketika kedua tangan Seraphine yang bi

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 134

    Hari berlalu begitu cepat. Seminggu libur pasca tur Amerika Motion13 kini telah berada di penghujung hari. Besok pagi, tepat pukul 06.00 WIB, mobil jemputan dari agensi akan menjemput suaminya untuk langsung ke Bandara Soekarno-Hatta. Tur Asia yang merupakan rute selanjutnya dari world tour Motion13 sudah menanti di depan mata. Sore itu, koper-koper besar milik Samudera sudah kembali berjejer di walk in closet mereka. Sebagian pakaian hangat untuk musim gugur sudah disediakan oleh Seraphine. Seperti biasa, wanita itu tidak ingin melewatkan satu pun kebutuhan suaminya. Seraphine berdiri di dekat jendela besar kamar tidur mereka, menatap ke arah hakaman belakang sambil menyesap teh chamomile yang dibuatkan oleh suaminya. Ia sudah mandi dan mengenakan gaun tidur satin tipis berwarna hitam. Pintu kamar terbuka, Samudera masuk ke dalam kamar setelah membereskan sisa makan mereka di dapur tadi. Pria itu lantas mendekat tanpa suara, melingkarkan kedua lengannya dari belakang tubuh Seraphi

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 133

    Ketika sesi sarapan mereka selesai, Samudera dengan cekatan membereskan piring-piring kotor di atas kitchen island. Pria itu menolak mentah-mentah saat Seraphine berniat membantunya membilas mangkuk.“Kamu langsung naik ke atas aja, Sayang. Mandi air hangat dulu biar badan kamu segeran,” titah Samudera sembari menyalakan keran wastafel. “Nanti aku bisa mandi di kamar mandi bawah setelah semua piring ini beres.”Seraphine tidak membantah. Dengan langkah santai, ia kembali ke kamar utama untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian dalamnya. Setelah memanjakan tubuhnya di bawah pancuran air hangat selama hampir dua puluh menit, ia memilih mengenakan salah satu kaos oblong milik Samudera yang berukuran jauh lebih besar dari tubuhnya—sebuah kaos hitam polos oversized merchandise Motion13 yang menutupi hingga setengah pahanya—dipadukan dengan celana pendek santai. Rambut panjangnya ia biarkan terurai bebas, masih sedikit lembap namun menguapkan aroma esensial yang menenangkan.Ketika Sera

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 132

    Seraphine bangun saat matahari sudah mulai merangkak naik. Ia mengerjap beberapa kali, kemudian melirik ke samping kanannya yang sudah kosong—pertanda kalau Samudera sudah bangun lebih dulu. “Sam…?” panggil Seraphine lirih sambil mendudukkan badannya di atas kasur. Tidak ada sahutan. Bahkan dari kamar mandi sekalipun. Kamar itu sudah kosong. Seraphine melirik kompres elektrik yang semalam melilit perutnya kini sudah tertata rapi di atas nakas dalam keadaan rapi. Membuat Seraphine tersenyum tipis, menyadari itu adalah perlakuan Samudera yang memastikan dirinya nyaman tertidur sebelum dirinya pergi entah kemana. Seraphine menghela napas sebelum menyibakkan selimut dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan mengikat rambut panjangnya menjadi cepolan asal. Ia berjalan keluar kamar, menyusuri koridor lantai dua yang sepi. Sebuah kebiasaan Samudera setiap kali baru menyelesaikan world tour adalah selalu meminta seluruh asisten rumah tangga, termasuk Bi Inah dan Pak Nanang, u

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 131

    Seraphine masih nyaman di dada bidang suaminya. Perlahan jemari besar Samudera mulai mengusap punggung polos Seraphine yang terekspos karena bagian atas gaun tidurnya yang terlepas. “Capek banget, hm?” bisik Samudera dengan suaranya yang serak dan dalam. Pria itu menundukkan kepala, memberikan kecupan-kecupan menenangkan pada puncak kepala istrinya. Seraphine mendengus menatap wajah suaminya. "Menurut kamu? Kamu itu... bener-bener kayak orang kesetanan, Sam. Dada aku... ngilu banget, sumpah. Kayaknya besok bakal lebam-lebam gara-gara kamu remas sama kamu gigit terus." Samudera terkekeh rendah. Ia kembali mencondongkan tubuhnya untuk memberikan kecupan-kecupan ringan di kening, hidung, dan berakhir di bibir bengkak Seraphine. "Maaf ya, Sayang. Habisnya aku gak bisa nahan diri. Salah kamu sendiri kenapa rasanya selalu secandu ini," gumam Samudera, sama sekali tidak merasa bersalah. “Tapi seenggaknya aku pinter, kan? Gak melanggar peraturan bendera merah kamu,” goda Samudera memberik

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 130

    "Sam... udah, ahh... aku bisa gila kalau kamu terus-terusan kayak gini," rintih Seraphine dengan suara yang terputus-putus.Samudera terkekeh rendah, suara baritone-nya bergetar di dalam dadanya yang bidang. "Gila? Bagus kalau gitu, Sayang. Biar kita gila bareng-bareng malam ini. Aku gak mau gila sendirian di Amerika kemarin gara-gara mikirin kamu."Laki-laki itu kembali menunduk. Kali ini, ia tidak langsung mengulum, melainkan menggunakan ujung hidung dan bibir tebalnya untuk menggesek, mengendus, dan mengecup area di sekitar belahan dada Seraphine yang sintal."Nghhh... Samudera, hnghh... kamu mau ngapain lagi? Ahhh!" Seraphine melenguh keras saat Samudera tiba-tiba menggigit kecil bagian bawah payudara kanannya, tepat di atas jalur otot rusuknya."Mau hapus tatonya sampai bener-bener bersih, Sayang. Kan tadi baru huruf pertama," bisik Samudera dengan nada serak yang teramat seksi.Pria itu memutar posisi kepalanya, kembali mengarahkan fokusnya pada tulisan kursif Que Sera Sera. Lid

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 79

    Suasana di kamar itu masih dipenuhi dengan keheningan. Samudera masih mengusap lembut lengan istrinya dengan gerakan yang ritmis, sesekali mengecup pucuk kepala istrinya dengan sayang, membuat Seraphine yang bersandar di dada bidang suaminya menikmati momen ini sambil memejamkan mata. Tetapi, sema

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 77

    Samudera sampai rumah tepat saat waktu menunjukkan pukul 17.30. Ia langsung berjalan cepat menuju kamar utama. Senyumannya mengembang hanya dengan membayangkan ada istri cantik yang menunggunya. Begitu pintu kamar terbuka, pandangan Samudera langsung terkunci pada sosok wanita yang sedang bersandar

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 63

    Di bawah guyuran hujan yang masih turun, kedua manusia iu masih berdiri mematung. Seraphine akhirnya berhenti meronta. Ia menyandarkan kepalanya di dada Samudera, mendengar detak jantung pria itu yang berpacu sama liarnya dengan detaknya sendiri.Samudera membenamkan wajahnya di ceruk leher Seraphi

  • PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN   Bab 58

    Setelah liburan singkat bersama Adrian dan keluarganya. Seraphine jauh lebih stabil dalam melakukan pekerjaannya. Wanita cantik itu kembali memimpin rapat dengan tenang dan berhasil membuat suatu keputusan yang menguntungkan banyak pihak. Sore itu, di sebuah studio pilates privat di Kawasan Senopat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status