Malam telah jatuh sepenuhnya di lereng Dago Pakar. Suasana di dalam villa keluarga Kirana sudah mulai sunyi, menyisakan suara jangkrik dan deru angin. Seraphine baru saja selesai membersihkan diri setelah tadi menemani Nara bermain. Saat ini, ia mengenakan piyama satin tebal berwarna biru dongker. Ia menarik selimut hingga menutupi dadanya, menatap layar ponselnya yang saat ini menunjukkan waktu pukul 23.00 malam. Berarti di Milan, Italia, baru menunjukkan pukul 18.00 sore. Ponselnya bergetar. Sebuah permintaan panggilan video muncul dari sebuah kontak yang dinamai: Suami—nama yang sengaja diganti Samudera sebelum pria itu berangkat tur. Nama yang selalu berhasil membuat jantung Seraphine tidak karuan namun juga memberikan senyuman yang tak hilang. Seraphine segera membetulkan posisi duduknya, menyandarkan punggungnya pada headboard ranjang, dan menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu. "Hey, Sayang," sapa Samudera. Suaranya terdengar sedikit parau, namun matanya b
Read more