Ruang laboratorium kediaman Bagaspati terlalu sunyi untuk ukuran tempat yang dihuni hampir dari lima orang. Baik Dr. Kaveri, Bagaspati, atau Ivanka yang ada di sana, tidak memiliki minat untuk memulai pembicaraan. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Tak lama, Rival datang. Pandangannya langsung turun pada Ivanka. “Kita harus ke kantor. Ada meeting sore ini,” katanya dengan nada yang selalu dingin. Bagaspati yang mendengar ini, hanya mengernyit. “Meeting apa, Rival?” Mendengar suara berat ini, tubuh Rival langsung menegang. Dia mundur satu langkah, lalu menunduk. “Maaf, Tuan, saya kira tidak ada tuan di sini,” ujar Rival. “Meeting untuk membahas proyek perumahan di Avernal Utara.” Bagaspati tidak langsung menjawab. Dia melirik Ivanka, lalu tersenyum samar. Dia tidak menyangka, kalau Byakta akan mempercayakan proyek sebesar ini pada wanita yang belum ada satu tahun dia kenal. “Kondisi Byakta?” tanya Bagaspati, ketika Ivanka hendak berdiri. Wanita itu meliriknya sekila
Read More