Alih-alih marah atasannya dikatai, Rival justru ikut tersenyum, seperti ikut mendukung perkataan Ivanka. “Keberuntungan hanya berpihak pada mereka yang cukup gila untuk terus mengejarnya, Bos,” kata Rival seraya tersenyum. “Biarlah orang lain menyebut kita gila. Sebab mempertahankan milik kita selalu lebih berat daripada saat pertama kali kita mendapatkannya.” Ivanka hanya menyernyit. Rupanya, mereka berdua tidak ada yang waras. Otak mereka hanya dipenuhi oleh obsesi yang tidak pernah mengenal batas. Dan mungkin, hanya Ivanka yang memiliki otak waras sekarang. Atau mungkin, dia juga sebentar lagi akan ikut terkontaminasi? Kita tidak tahu, lihat saja nanti. Malam itu, penthouse berubah menjadi pusat sebuah komando. Ruangan tersembunyi yang dipenuhi layar, kini kembali menampilkan peta kota yang lebih detail. Dan di sana, titik-titik merah bergerak di beberapa distrik. Ivanka berdiri di sisi ruangan, memeluk dirinya sendiri dengan penuh kecemasan. Pikirannya masih berputar pada kon
Read more