Josselyn hampir bernapas lega saat Killian keluar dari tepi kolam. Air menetes pelan dari tubuh pria berpostur tegap itu, saat ia meraih jubah panjang yang telah disiapkan. Tanpa tergesa, ia mengenakannya, menutup tubuhnya dengan gerakan tenang seolah tak terjadi apa pun barusan. Darius sudah berdiri tegak di dekat pintu keluar. “Yang Mulia,” ucapnya singkat, bersiap mengikuti. “Tidak,” potong Killian datar. Menghentikan langkahnya tepat di belakang pintu. Darius mengangkat pandangan. “Antar dia ke kamarnya,” lanjut Killian tanpa menoleh. “Dan pastikan, dia tidak sempat berpikir untuk kabur.” Nada suaranya rendah. Tapi cukup untuk membuat udara di ruangan itu terasa lebih dingin. Darius mengangguk. “Baik, Yang Mulia.” Killian melangkah pergi dan menghilang di balik pintu, tanpa sekali pun menoleh ke belakang. Josselyn menghembuskan napas panjang. “Bagus, dia sudah pergi,” “Jadi… sampai kapan kau akan berendam di sana?” Suara Darius membuat Josselyn tersentak. Di
続きを読む