Beranda / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 72 – She Let It Happen 🔞🔞🔞

Share

72 – She Let It Happen 🔞🔞🔞

Penulis: Ivy Morfeus
last update Tanggal publikasi: 2026-05-19 23:55:16
Jarak itu seharusnya tidak pernah ada.

Terlalu dekat.

Begitu dekat hingga napas mereka saling bertabrakan, hangat dan tidak stabil di antara ruang yang semakin sempit.

“Lady Josselyn…” suara Darius rendah, nyaris seperti permintaan yang tidak ia sadari.

Josselyn tidak langsung menjawab.

Tangannya masih mencengkeram lengan pria itu—entah untuk menahan diri… atau justru karena ia tidak ingin dilepaskan.

Ia tahu apa yang sedang terjadi. Dan ia tahu… ia seharusnya menghentikannya.

Tapi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • The Alchemist's Touch    73 – Someone Took Her Place

    Pipi itu semakin jelas warnanya. Biru keunguan, kontras dengan kulit Darius yang biasanya tenang dan bersih dari luka mencolok. Josselyn menatapnya beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. “Apa tidak sakit?” tanyanya akhirnya. Darius tersenyum tipis. Menggosok pipinya pelan. “Tidak seberapa.” Josselyn mendengus pelan. “Kalau tidak segera diobati, warnanya akan semakin buruk.” Ia berbalik tanpa menunggu jawaban. “Ikut. Ke Ruang Herbal.” Darius terdiam sepersekian detik di tempatnya. “…Sekarang?” tanyanya, nadanya sedikit berubah. Josselyn menoleh, alisnya sedikit terangkat. “Tentu saja sekarang. Anda ingin menunggu sampai wajah Anda jadi bahan lelucon para ksatria lain?” “Tidak, aku hanya—” Darius terbatuk pelan, mengalihkan pandangan. “Baik. Aku ikut.” ‘Ada sesuatu yang aneh dengannya.’ pikir Josselyn. Cara pria itu berjalan di sampingnya sedikit kaku. Terlalu sadar akan jarak. Atau justru… terlalu sadar akan kedekatan mereka. Josselyn tidak mengataka

  • The Alchemist's Touch    72 – She Let It Happen 🔞🔞🔞

    Jarak itu seharusnya tidak pernah ada. Terlalu dekat. Begitu dekat hingga napas mereka saling bertabrakan, hangat dan tidak stabil di antara ruang yang semakin sempit. “Lady Josselyn…” suara Darius rendah, nyaris seperti permintaan yang tidak ia sadari. Josselyn tidak langsung menjawab. Tangannya masih mencengkeram lengan pria itu—entah untuk menahan diri… atau justru karena ia tidak ingin dilepaskan. Ia tahu apa yang sedang terjadi. Dan ia tahu… ia seharusnya menghentikannya. Tapi tubuhnya tidak bergerak. Hanya napasnya yang berubah. Lebih berat. Lebih cepat. Darius menatapnya, mencari sesuatu—penolakan, mungkin. Ketika tidak menemukannya… ia mendekat. Ciuman itu jatuh pelan. Hampir ragu. Hanya sekilas menyentuh bibir Josselyn—ringan, seolah bisa ditarik kembali kapan saja. Dan memang ia berhenti. Menunggu. Josselyn tidak membalas. Tapi juga tidak menjauh. Hanya keheningan yang cukup untuk membuat sesuatu di dalam diri Darius runtuh. Ciuman berikutnya d

  • The Alchemist's Touch    71 – The Night She Didn’t Come

    Ruangan itu terlalu sunyi—dan Killian membencinya.Tidak ada suara langkah. Tidak ada ketukan di pintu. Tidak ada napas lain selain miliknya sendiri.Killian berdiri di dekat jendela, tatapannya jatuh pada kegelapan taman istana. Tangannya terlipat di belakang punggung, posturnya tegak seperti biasa—terkendali, tak tergoyahkan.Setidaknya… terlihat begitu.Ia tidak bergerak saat jam berdentang pelan di sudut ruangan.Satu kali.Dua kali.Tiga.Sudah lewat dari waktu yang seharusnya.Rahangnya mengeras.Gadis itu akan datang.Dia harus datang.Karena dia selalu datang—dan semua yang menjadi miliknya, selalu kembali.Pikiran itu muncul begitu saja, dingin dan pasti—seperti semua hal lain yang selama ini berjalan sesuai kehendaknya.Namun menit-menit berikutnya berlalu.Dan pintu itu… tetap tertutup.Hening.Killian menggeser pandangannya ke arah pintu. Tatapannya tajam, seolah bisa memaksanya terbuka hanya dengan kehendaknya.Tapi tidak ada yang terjadi.Jari-jarinya menegang perlahan.

  • The Alchemist's Touch    70 – The First Time She Said No

    “Maafkan saya, Paduka. Saya hanya—”Pukulan itu mendarat tanpa peringatan. Cukup keras hingga membuat tubuhnya hampir oleng. Tapi pria besar itu berhasil bergeming.Josselyn menutup mulutnya dengan tatapan ketakutan.Ini bukan pertama kalinya dia melihat murka Killian. Tapi yang membuatnya terkejut ketika sasarannya adalah Darius—orang yang paling dekat dengannya.“Darius…”Tanpa sadar Josselyn membisikkan namanya. Saat pria itu tak membalas pukulan Killian. Hanya terdiam dan menunduk.“Kenapa… Anda memukulnya?”Gumaman Josselyn tanpa ia sadari lebih keras dari yang seharusnya.Dan Killian mendengarnya. Ia menoleh, bersamaan dengan Darius.Mata Josselyn dan Darius sempat bertatapan. Pria itu menggelengkan kepala samar, memberikan isyarat pada Josselyn untuk tetap diam.Tapi di saat situasi seperti ini—Killian sudah keterlaluan.“Kalau ini tentang dia… kenapa kami yang Anda hancurkan? Saya bahkan belum pernah bertemu dengan Madam Angeline, dan Darius—”Tangan Killian sudah mengudara, h

  • The Alchemist's Touch    69 – Not Her, So It Was Me

    Udara kembali masuk. Tapi terasa seperti pisau.Josselyn terbatuk keras saat cengkeraman di lehernya akhirnya terlepas. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, lututnya hampir menyerah sebelum ia menahan diri dengan tangan di dinding.Napasnya tersengal—pendek, kacau, seolah paru-parunya lupa bagaimana bekerja dengan benar.Sakit.Bukan hanya di tenggorokan—tapi di dada. Dan juga kepalanya yang berkunang-kunang.Di hadapannya, Killian berdiri diam.Terlalu diam.Seolah detik barusan, tidak pernah terjadi.Namun bekas merah di leher Josselyn berdenyut pelan, seperti pengingat yang kejam.Killian menatapnya.Tatapan itu masih panas. Masih keras. Tapi, ada sesuatu yang retak di dalamnya.Sesaat. Lalu hilang.Josselyn menelan napas yang terasa seperti api. Tangannya gemetar saat menyentuh lehernya sendiri. Sensasi jari pria itu masih melekat di sana—seolah kulitnya menolak melupakan.Ia tertawa kecil.Patah.“Kalau Anda memang ingin membunuh saya…” suaranya serak, nyaris tidak terdengar, “…seti

  • The Alchemist's Touch    68 – When His Past Came Back, He Broke Me Instead

    “Ya. Madam Angeline dan Putra Mahkota adalah teman dari kecil.”Kalimat itu jatuh begitu saja. Ringan di telinga—tapi anehnya terasa berat di dada.Josselyn tidak langsung menjawab.Tatapannya masih tertuju ke arah taman. Ke gazebo tempat Howarth dan Sebastian duduk santai bersama para wanita itu. Tawa mereka terdengar jelas, ringan, tanpa beban. Seolah dunia tidak sedang berjalan dengan aturan.Berbeda dengan istana ini.Berbeda dengan nama yang baru saja ia dengar.Angeline.“Teman… dari kecil?” ulang Josselyn pelan, seakan butuh memastikan. “Bagaimana bisa?”“Bisa saja.” jawab Yorick ringan. “Keluarga Angeline sudah lama melayani kalangan bangsawan. Bahkan sebelum kita lahir.”Josselyn tertegun. Ada suatu hal yang mengganjal di hatinya.Bukankah rumah hiburan tetap rumah hiburan?Menyediakan wanita yang siap melayani lelaki yang mungkin sudah beristri?Apa itu berarti…“Untuk seseorang yang dibesarkan di dalam istana… Putra Mahkota cukup sering mengunjungi Maison de Lune.” Yorick m

  • The Alchemist's Touch    9 - Kiss In The Chaos

    “Sebutkan namanya.”Suara Killian masih rendah. Tidak meninggi. Tidak marah. Tapi justru itu yang membuat dada Josselyn terasa sesak.Ia menatap pecahan kaca di lantai.“S-saya, tidak ingat, Yang Mulia.”Josselyn menelan ludah. Ia mengingatnya dengan jelas. Bagaimana mereka memanggil namanya dengan

  • The Alchemist's Touch    10 - Whispered Shadows

    “Pagi ini istana terasa lebih tenang,” lanjut Yorick.Josselyn menatap cangkirnya.Saat ibunya masih hidup, ia sering membantu meracik ramuan di laboratorium kecil mereka. Ia hafal hampir semua aroma tumbuhan dan akar kering.‘Aroma ramuan ini beda. Asing.’ Josselyn melirik Yorick. ‘Apa Tuan Yorick

  • The Alchemist's Touch    11 - A Dangerous Proposal

    “Tuan Howarth—”Suara Yorick terdengar lebih tajam dari biasanya.“Letakkan dia dengan hati-hati.”Howarth masih menopang tubuh Josselyn yang hampir jatuh di pelukannya. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap wajah Josselyn dengan alis terangkat.“Aku tidak tahu tabib kerajaan mudah pingsan sepe

  • The Alchemist's Touch    26 – The Marks He Left

    Sesuatu yang berat jatuh tepat di tubuhnya.“Bangun.”Josselyn tersentak. Matanya terbuka setengah, napasnya tercekat sejenak sebelum akhirnya ia sadar.Selimut.Ia menatap kain tebal yang kini menutupi tubuhnya, lalu mengangkat pandangan dengan pelan.Darius berdiri di ambang pintu selnya, wajahny

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status