Masih di hari yang sama, kota Sentara di guyur hujan rintik-rintik. Sehingga membasahi mobil yang ditumpangi oleh Livia, Sarah dan Ethan. Livia memicingkan pandangannya ke arah kaca spion, untuk melihat apakah mobil SUV hitam di belakang mereka masih mengejar mereka atau tidak. Seolah Livia tau Adrian sedang berusaha membuntuti mereka. "Cerdik sekali pria ini. Namun tenang saja, akan kupastikan kau menjadi gila ketika berusaha mengejar ku." Livia bergumam kecil dengan suara yang terdengar dingin. "Mama, tapi pria itu bisa saja mengetahui rumah kita. Apa sebaiknya aku meretas lampu jalan ini?" Tanya Ethan sambil berusaha meraih tablet nya. Livia dengan segera melarang Ethan dan memberikan isyarat pada putranya untuk tenang dan tidak panik. "Terima kasih Sayang, telah berusaha membantu Mama. Sebaiknya, Ethan jangan melakukan itu dulu. Kalau Mama merasa butuh Ethan, Mama pasti akan meminta bantuan Ethan. Paham?!" Livia sedikit menekan nada bicara nya. Ethan menurut. Namun, ia tetap
Read more