"Apa Livia tidak salah dengar, Ayah? Livia baru saja kembali ke Norvastia setelah lima tahun merasakan kehidupan yang menyiksa." Suara Livia bergetar, namun ia tidak boleh menangis karena pria di hadapannya ini dulu mendidiknya untuk tidak mudah menangis. "Bagaimana mungkin, berapa lama Ayah merencanakan ini semua? Aku butuh istirahat dari lima tahun yang menyiksa itu, Ayah!" Livia sedikit meninggikan suaranya, seolah ia berusaha mengeluarkan beban besar yang ia pikul sendiri. Antonius berhenti. Ia berbalik dan menatap lurus putrinya dengan tatapan yang sulit dimengerti. Di balik sorot mata itu, ada kasih sayang yang membuncah namun, hasrat untuk mempertahankan kekuasaan sangat tinggi. "Asal kau tau, Livia. Ini bukan sekadar pernikahan belaka. Ini adalah cara satu-satunya demi mengembalikan martabat keluarga. Setelah kau menghancurkan nama baik Von Norvast, kau harus membayar dengan pernikahan ini!" Bentak Antonius. Livia tertegun. Ini pertama kalinya ia melihat ayahnya murka sete
Read more