Malam belum berakhir, dan hawa dingin dari Utara semakin giat mengetuk dinding-dinding istana, seolah mencari celah sekecil apa pun untuk memadamkan api kehidupan di dalamnya.Namun, di dalam kamar Ratu, atmosfer justru semakin memadat dengan energi yang jenuh. Setelah api Cang Yan dan ketegangan Bai Ze memberikan fondasi, kini giliran tiga elemen lainnya untuk menjalin simpul kekuatan pada Benih Suci.Lu En, Fei Lian, dan Mo Ye telah menunggu dengan gairah yang tertahan, mata mereka berpendar mencerminkan elemen masing-masing yang meronta ingin menyatu dengan sang Ratu.Lu En melangkah maju lebih dulu. Sebagai otak di balik setiap strategi, gerakannya sangat terukur dan elegan. Ia tidak langsung menerjang; jemarinya yang lentur membelai pipi Lin Xiao dengan kelembutan yang menyiksa. Ia mencium telapak tangan Lin Xiao, memberikan tatapan ungu yang penuh dengan intrik sekaligus pemujaan.“Biarkan aku mengatur aliran ini, Xiao-Xiao,” bisik Lu En, bibirnya menyapu daun telinga Lin Xiao,
آخر تحديث : 2026-04-10 اقرأ المزيد