Serpihan salju berjatuhan di sekitar Roselina, menggantikan ribuan jarum es mematikan yang hancur berantakan. “Sakit. Pergi menjauh,”teriak Kaelan kepada bawahan nya. “Yang mulia?! Apa anda baik-baik saja?!”teriak Zepriyn berusaha mendekat. “Aku bilang menjauh!”teriak Kaelan emosi. Kaelan terhuyung mundur, menatap kedua tangannya dengan napas memburu dan ekspresi penuh kengerian. Sihir di dalam darahnya benar-benar memberontak. “Jendral, tolong menjauh. Kutukan yang mulia sedang di luar kendali,”ungkap Roselina kepada Zepriyn. Melihat kepanikan sang Tiran, Roselina melangkah maju tanpa ragu. Ia mengabaikan tatapan syok Jenderal Zephyrin dan Valerius yang masih mematung di tempat mereka. Gadis itu meraih tangan besar Kaelan yang terasa sedingin gletser kematian. "Tenanglah, Yang Mulia," bisik Roselina dengan nada datar yang menenangkan. Begitu kulit mereka bersentuhan, hawa hangat dari tangan Roselina langsung mengalir deras. Namun, penolakan kutukan itu memakan korban
Read more