Brak… Celia datang dengan tergesa-gesa. Dia melihat ke belakang, dan mengusap pelan dada nya merasa terlepas dari pandangan tajam jendral Zepriyn. “Celia, apa kau berhasil?”tanya Roselina langsung berdiri dari kursi tempat ia duduk. “Nyonya, saya bertemu dengan jendral. Astaga, jika bukan karena otak pintar dan wajah cantik saya, mungkin saya sudah di cekik oleh Jendral tampan itu,”kesal Celia memberikan daun bunga Lily biru itu. Roselina tersenyum, dia mengambil bunga itu. Dan menepuk bahu pelayan nya dengan bangga. “Kau benar-benar hebat Celia,”senyum Roselina. Gadis itu menatap lama bunga itu, lalu tersenyum. Dia harus menyelesaikan ramuan obat tidur malam ini juga. Setelah mendapatkan bunga lily itu, sepanjang hari Roselina hanya berada di kamar nya bersama Celia. Hingga akhirnya suara ketukan pintu terdengar. Tok… tok… “Saya akan membuka pintu,”ucap Celia berdiri. Pelayan Roselina itu membuka pintu pelan, dia menatap. Pria berperawakan tegas dan lambang ksatri
Read more