“Nyonya, apa anda tidak apa-apa?”tanya pelayan setia Roselina tersebut. “Tidak apa-apa Celia. Maafkan atas keributan kecil ini Yang mulia, saya benar-benar menyesal,”ujar Roselina menunduk meminta maaf. Kaelan yang berdiri menatap gadis itu dalam, untuk pertama kali nya. Dia bisa melihat mata emas Roselina yang indah di ruangan itu. “Yang mulia?”panggil Roselina sekali lagi. “Ya, tidak masalah. Aku akan menyuruh pelayan ku untuk mengantarkan makanan ke kamar mu,”ucap Kaelan. “Anda tidak perlu merepotkan diri. Pelayan saya bisa mengurus kebutuhan saya, permisi Yang mulia.”ucap Roselina pamit. Setelah dibantu Celia mengeringkan gaunnya seadanya, Roselina memilih pergi mencari udara segar. Ia melangkah menuju pelataran balkon batu istana yang menghadap langsung ke arah laut lepas. Gadis itu duduk di kursi ukir, membiarkan angin malam menerpa wajahnya. "Wanita itu benar-benar menyebalkan! Dia pikir dia siapa, sengaja menumpahkan air seperti anak kecil!" rutuk Roselina menden
Read more