“Jendral, apa yang mulia belum beristirahat?”tanya Roselina di depan pintu. “Anda bisa menanyakan basa basi itu di depan raja nyonya penasihat. Yang mulia sepertinya sangat murka,”ungkap Zepriyn dengan wajah datar nya. “Nyonya, saya akan menemani anda,”tegas ksatria Ishaq kepada Roselina. Wanita itu melirik ksatria yang beberapa hari ini sudah banyak membantu nya, kesepakatan ini memang gila. Dia siap mati kapan saja sekarang. “Terimakasih Ishaq, tapi lebih baik kau tetap di luar. Atau kembali ke ruangan mu, aku akan menemui Yang mulia,”ucap Roselina tegas. Udara di dalam ruang kerja Raja terasa lebih membekukan daripada badai salju di luar istana. Pintu kayu ek raksasa tertutup rapat di belakang Roselina, mengurungnya bersama sang penguasa absolut Varka. “Yang Mulia, saya Roselina De solis. Jendral mengatakan anda meminta saya untung ke ruangan anda,”ucap Roselina berjalan pelan. Satu-satunya sumber cahaya berasal dari perapian yang menyala redup. Di depan perapian itu,
Read more